JAKARTA – Prajurit TNI menembak mati salah satu tokoh penting kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda. Wakil Panglima OPM ini tewas usai kontak senjata dengan prajurit TNI, Selasa (5/8/2025) pukul 16.30 WIT.
TNI melakukan operasi di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Operasi tersebut berdasarkan laporan warga mengenai keberadaan kelompok bersenjata. Personil lalu mendapati keberadaan Mayer Wenda dan berusaha melakukan penangkapan.
Mayer Wenda justru melakukan perlawanan bersenjata bersama anggotanya, saat mengetahui ada prajurit TNI yang hendak menangkapnya. Hingga kontak senjata tak terhindari. TNI lalu mengambila langkah tegas dengan melancarkan tembakan balasan.
Dalam kontak tembak itu, Wakil Panglima OPM tewas di tempat. Juga ada satu orang lainnya yakni Dani Wenda. Petugas menduga korban adalah adik dari Wakil Panglima OPM yang tewas.
Petugas segera mengevakuasi kedua jenazah ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi lebih lanjut. Selain itu, TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain satu pucuk senjata api jenis revolver, 24 butir amunisi, dua KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda, dua unit telepon genggam, uang tunai Rp65 ribu, dan satu buah noken.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, operasi ini bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ini sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
“Seluruh tindakan prajurit TNI dalam operasi ini dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai peraturan yang berlaku. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa TNI mampu menghadapi kelompok bersenjata dengan pendekatan hukum yang sah,” ujar Kristomei di Cilangkap. (*)






