News  

Warga Cilacap Mulai Kesulitan Air Bersih

ilustrasi

CILACAP – Warga di Cilacap mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih akibat kemarau. Hingga mereka mulai meminta bantuan air bersih dari pemerintah setempat. Wilayah yang mengalami kesulitan air bersih adalah warga di Desa Bojong Kecamatan Kawunganten dan Deda Rawaapu Kecamatan Patimuan, Cilacap.

Akibat kemarau, air sumur warga di Desa Bojong Kecamatan Kawunganten berubah menjadi keruh dan tidak layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai mandi, cuci hingga masak di dapur.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Rawaapu Kecmatan Patimuan. Air di sana sudah berubah rasa dan warna karena pengaruh masuknya air laut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Erna Suharyati mengatakan, pihaknya mulai mengirimkan bantuan air bersih ke 2 desa tersebut. Sementara air bersih yang dikirimkan ke warga mencapai 10 ribu liter.

“BPBD hari ini mulai mengirimkan bantuan air bersih untuk warga yang mengalami kesulitan,” katanya, Jumat (9/6/2023).

Dia mengatakan, warga yang mengalami kesulitan air bersih di 2 desa ini mencapai 506 keluarga dan 1.596 jiwa. Masing-masing sebanyak 432 KK dan 1.371 jiwa di Desa Bojong Kecamatan Kawunganten. Sisanya sebanyak 75 KK atau 225 jiwa di Kecamatan Patimuan.

“Baru 2 desa ini yang kita kirim bantuan air bersih,” katanya.

BPBD juga akan kembali mengirimkan bantuan serupa bagi warga Desa Bojong Kecamatan Kawunganten. Hanya saja lokasinya berbeda. Bantuan hari ini untuk warga di Dusun Bugelsampang.

“Besok droping lagi di Dusun Jayagiri,” katanya.

BPBD Cilacap menyebutkan, setidaknya ada 105 desa yang terancam kesulitan air bersih selama kemarau 2023. Seluruh desa ini tersebar di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap.

Kemarau tahun ini tidak lepas dari pengaruh fenomena el nino yang salah satu dampaknya adalah kekeringan atau krisis air bersih. Masyarakat Kabupaten Cilacap sudah merasakan kemarau sejak Mei dan akan berlangsung hingga November 2023. Sementara puncak kemarau antara Juli dan Agustus. (*)