News  

Warga Demo Menuntut Akses ke Masjid

Salah satu orator saat berpidato memberikan tuntutan aksi, Sabtu (21/5/2022). Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Majenang menggelar demo dan menuntut akses menuju Masjid Minhajurrosyidin bisa dibuka untuk warga umum. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Sejumlah warga Kecamatan Majenang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Majenang, melakukan demo dan menuntut akses menuju masjid Minhajurrosyidin, Sabtu (21/5/2022). Masjid yang ada di Jalan Tanjung Desa Sidangsari Kecamatan Majenang, Cilacap ini tertutup dan hanya untuk kelompok tertentu.

Aksi bermula dengan jalan kaki dari alun-alun Majenang menuju komplek tersebut. Sepanjang jalan warga dan peserta demo meneriakan yel-yel dan menuntut akses ke masjid. Sejumlah peserta aksi juga membawa poster berisikan tuntutan.

Warga langsung melakukan orasi saat tiba di halaman Yayasan Minhajurrosyidin.

Ali Taufik, salah satu orator menuntut agar pengelola yayasan mau membuka diri dan mempersilahkan warga untuk beribadat di masjid itu.

“Mohon diberikan keikhlasan agar warga bisa masuk ke masjid,” ujarnya saat orasi.

Peserta aksi membentangkan poster berisi tuntutan agar akses ke masjid tetap dibuka. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

Peserta aksi sempat mencoba mendobrak pintu gerbang menuju halaman yayasan. Petugas Polres Cilacap yang berjaga, langsung menenangkan peserta aksi agar tidak melakukan tindakan anarkis. .

Setelah menunggu cukup lama, warga lalu bergerak ke pagar belakang menuju Masjid Minhajurrosyidin. Mereka bisa dengan leluasa masuk ke komplek masjid tersebut karena akses sudah terbuka sebelumnya.

Koordinator aksi, Murtado menjelaskan demo warga ini menuntut agar akses ke masjid yang sudah terbuka ini bisa tetap terjaga. Sebelumnya memang sudah ada upaya untuk membuka akses melalui jalan setapak. Sementara tembok pembatas juga sudah terbuka.

“Kita minta kepada fokompincam memfasilitasi kami bertemu dengan yang menempati. Agar jalan yang menuju masjid ini tetap terbuka,” kata dia.

Dia menambahkan, selama ini tidak ada warga yang bisa masuk ke sana hingga sangat terkesan tertutup dan ekslusif. Termasuk adanya tembok ratapan yang membuat akses ke masjid dan lingkungan di dalam tertutup rapat.

“Masjid ini untuk umum. Tapi tidak ada akses sama sekali,” tegasnya.

Aksi kemarin berakhir damai setelah warga masuk ke masjid dan melakukan sholat dhuhur berjamaah. (*)