Warga Mengeluh Sistem Daftar SPMB yang Rumit

JAKARTA – Banyak orang tua di Kabupaten Banyumas mengeluhkan sistem SPMB tingkat SMP karena mereka gagal mendaftarkan anak ke sekolah negeri, meskipun tempat tinggal mereka sangat dekat dengan sekolah tujuan.

Della Pribadi, warga Kelurahan Bobosan, mengungkapkan bahwa sistem SPMB membuatnya bingung dan kecewa karena anaknya tidak diterima di SMP Negeri 9 Purwokerto, meskipun rumahnya masih berada dalam area domisili.

Della menilai bahwa sistem SPMB tahun ini terlalu rumit bagi orang tua yang belum terbiasa dengan teknologi dan aturan teknis.merasa sistem lama berbasis nilai ujian jauh lebih adil dan mudah dipahami.

Dengan adanya SPMB, Della merasa harus belajar memahami banyak hal agar bisa membantu anaknya mendaftar. Ia menyatakan bahwa anaknya tidak bisa mendaftar sendiri karena prosesnya terlalu kompleks.

Della menyayangkan bahwa sistem SPMB justru menyulitkan keluarga kurang mampu. Ia merasa sistem ini mengurangi peluang anak-anak dari keluarga ekonomi lemah untuk mengakses pendidikan gratis di sekolah negeri.

Irani, orang tua dari calon siswa lainnya, juga merasa kecewa karena sistem SPMB mengabaikan jarak rumah ke sekolah. Ia menyebut anaknya gagal masuk SMP Negeri 8 Purwokerto hanya karena domisili tidak termasuk kategori utama.

Irani menilai bahwa SPMB bertindak tidak adil karena memprioritaskan alamat rumah dibandingkan prestasi. Ia menganggap sistem ini bisa menyisihkan anak-anak pintar hanya karena mereka tinggal di luar zona utama.

Irani juga mengeluhkan gangguan server yang terjadi selama proses pendaftaran di SPMB. Ia menyebut server yang sering down membuat orang tua panik karena harus mengejar batas akhir pendaftaran.