Warga Susah Daftar Dari Rumah. PPDB Daring Terasa Luring

  • Bagikan
Meski sudah ada situs untuk pendaftaran online, wali murid tetap kesulitan dan harus meminta bantuan panitia PPDB dengan mendatangi sekolah. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Sejumlah warga di daerah pinggiran Kabupaten Cilacap mengaku mengalami kesulitan untuk bisa menjalani proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Meskipun mereka sudah diberi tahu tentang tata cara dan situs untuk urusan memasukan anak mereka ke sekolah. Hingga PPDB yang seharusnya bisa online, justru terlihat offline karena wali murid tetap mendatangi sekolah tujuan.

Kesulitan karena semua berkas harus diubah dalam bentuk digital. Caranya dengan difoto atau scan. Namun tidak semua warga memiliki telepon pintar dengan kamera yang bagus untuk bisa mendapatkan foto atas berkas persyaratan. Alhasil berkas tersebut sulit terbaca.

Seperti yang dikatakan oleh Entin. Salah satu warga Desa Jenang Kecamatan Majenang ini mengaku kesulitan untuk mendaftar secara online dari rumah. Meskipun dia sudah memiliki telepon pintar yang bisa dipakai untuk browsing.

“Tetap tidak bisa,” ujarnya kepada bercahayanews.com.

Hal serupa juga dikatakan oleh Rianto. Menurutnya, dirinya tetap kesulitan meski berkas sudah diubah ke format digital. Beberapa kali dia mencoba namun tidak bisa merampungkan pendaftaran ke SMP pilihan anaknya.

Alhasil dia tetap harus datang ke SMP dan meminta bantuan dari panitia untuk mengurus seluruh berkas pendaftaran.

“Tetap ke sekolah kaya pendafataran jaman dulu,” katanya.

Kepala SMP 2 Majenang, Suwarno menjelaskan ada beberapa hal yang membuat warga mengalami kesulitan pendaftaran online. Salah satunya adalah ukuran file yang kadang terlalu besar. Hal ini akan mempersulit proses karena ukuran file harus sesuai.

“Kadang ada yang ukuran file-nya terlalu besar. Kilobyte-nya harus pas,” kata dia.

Namun pihaknya tetap memberikan bantuan kepada wali murid dan calon siswa yang datang ke sana. Ini sebagai bentuk melayani masyarakat agar lulusan SD bisa tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTP.

“Kita tetap layani namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (*)

  • Bagikan