News  

Waspadai Provokasi Awal Puasa

Sekda Cilacap, Farid Ma'ruf meminta warga waspadai provokasi saat penetapan awal puasa ramadan karena bisa merusak kerukunan antar umat islam. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Seluruh lapisan masyarakat diminta untuk waspadai provokasi saat penentuan awal puasa ramadan. Karena dalam penentuan awal puasa, kerap terjadi perbedaan pendapat di tengah masyarakat.

Ada 2 metode penentuan awal puasa yakni dengan melihat ketinggian bulan atau rukyah. Metode lainnya dengan menggunakan hisab. Kedua metode ini kerap menimbulkan perbedaan hasil dalam penetapan awal puasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf meminta warga untuk waspadai kemungkinan adanya provokasi terkait penentuan awal puasa.

“Bulan depan sudah puasa. Awal puasa kadang jadi masa-masa kritis,” ujar Farid.

Menurutnya, penentuan awal puasa menjadi masalah sensitif bagi islam karena adanya perbedaan tersebut. Kedua hal itu, yakni masa kritis dan sensitifitas masyarakat bisa menjadi bumbu perpecahan.

“Apalagi ada yang ngompori,” kata dia.

Selain itu dia berharap agar masyarakat tidak gampang terprovokasi karena perbedaan penentuan awal puasa tersebut. Dia mensinyalir kalau penyebar provokasi adalah orang atau kelompok tidak bertanggung jawab.

“Karena setelah diselidiki, yang ngompori justru tidak puasa,” katanya.

Dia berharap agar masyarakat di Kabupaten Cilacap bisa tetap menjaga kesatuan dan persatuan antar umat beragama. Karena selama ini kondisi sudah sangat bagus dengan jalinan persaudaraan antar umat islam dan antar umat beragama.

“Kondisi yang bagus ini bisa dijaga. Bisa hidup rukun. Kalau rukun mau apa saja bisa,” tegasnya. (*)