News  

Wereng Membuat Petani Gagal Panen

Serangan hama wereng coklat di Kabupaten Cilacap mengancam petani mengalami gagal panen. (doc)

CILACAP – Serangan hama wereng coklat, membuat petani mengalami gagal panen. Ancaman ini terjadi di Desa Segaralangu Kecamatan Cipari, Cilacap.

Serangan ini sudah membuat petani mengalami kerugian besar karena padi tidak bisa diselamatkan. Mayoritas tanaman sudah kering dan bulir padi tidak berisi, atau tidak terisi maksimal. Lahan yang terserang hama wereng di sana antara 7 hingga 10 hektar.

Tasno, salah satu petani di Desa Segaralangu Kecamatan Cipari mengatakan, serangan ini sudah terjadi hampir setengah bulan. Tepatnya sejak awal pekan kedua Juni 2022.

“Sudah 15 hari kena. Yang terkena padi umur 2 bulanan. Sebagian sudah mulai pada “mratak” (berisi),” kata Tasno, Senin (20/6/2022).

Dia mengatakan, petani sudah melaporkan kondisi ini kepada petugas Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Atas laporan ini kemudian dinas bersama kelompok tani melakukan penyemprotan massal. Tujuannya untuk menghindari agar serangan hama wereng ini bisa mengurangi kemungkinan gagal panen.

Hanya saja, kegiatan ini tidak membawa imbas atau pengaruh besar karena serangan wereng coklat sudah terlalu parah.

“Kemarin sudah ada penyemprotan massal. Tapi kurang efektif,” kata dia.

Tasno mengakui, akibat serangan hama wereng coklat ini petani mengalami kerugian besar. Ini dengan menghitung biaya pengolahan lahan, bibit padi, pupuk, pestisida dan juga tenaga kerja.

Sebagian besar petani lalu mengambil langkah penyelamatan dengan panen lebih awal. Hasilnya memang sangat berbeda drastis karena hasil panen hanya 10 persen dari biasanya.

“Hitungan kasar, saya rugi Rp 3 juta. Hasil panen turun drastis. Biasanya dapat 2 ton. Sekarang 2 kwintal,” kata dia.

Windi Haryanto, PPL Kecamatan Cipari mengakui adanya serangan ini. Termasuk adanya langkah yang sudah dilakukan petugas dengan dinas untuk mengatasi serangan wereng yang membuat petani gagal panen.

Dia menambahkan, serangan hama wereng coklat ini hanya terjadi di Desa Segaralangu. Sementara wilayah lain masih terbebas dari hama yang merusak batang padi tersebut.

“Serangan hanya di (Desa) Segaralangu,” tegasnya. (*)