Zona Merah, Sejumlah Larangan dan Pembatasan Diterapkan

  • Bagikan
Petugas gabungan di Majenang melalukan sosialisasi pembatasan jam operasional ke pusat perbelanjaan, cafe dan pusat PKL, Senin (28/6/201) malam. (doc)

CILACAP – Kabupaten Cilacap masuk menjadi 25 kabupaten zona merah di Jawa Tengah. Pemkab Cilacap melakukan pengetatan sebagai upaya menekan angka kasus Covid-19 di Cilacap.

Tercatat ada 2.073 kasus aktif di Cilacap. Pada Senin (28/6/2021) terjadi penambahan kasus sebanyak 133 orang, pasien sembuh ada 104 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 17 orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf mengatakan jika pengetatan yang dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Untuk kegiatan keagamaan zona merah, sholat berjamaah, tahlilan, pengajian, kajian keagamaan, kebaktian di gereja, kebaktian dan kegiatan keagamaan dilakukan secara pribadi di rumah kediaman masing-masing,” ujar Sekda dalam Rapat Evaluasi Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Cilacap, Senin.

Sesuai SE Menag Nomor 13 Tahun 2021, sholat Idul Adha ditiadakan untuk wilayah zona merah dan zona orange. Penyembelihan hewan qurban juga dilakukan di rumah pemotongan hewan, dan jika dilakukan di lingkungan, maka disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Untuk operasional perdagangan juga dilakukan pengetatan. Dimana saat ini penutupan aktivitas sampai pukul 21.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB. Seperti restoran, cafe, rumah makan, warung makan, pedagang kaki lima, hanya diperbolehkan untuk melayani pembelian dibungkus atau take away, tanpa melayani makan di tempat, maksimal sampai pukul 20.00 WIB.

Pembatasan pasar tradisional juga dilkukan.  Pemerintah akan meliburkan satu hari tiap pekan agar petugas bisa melakukan penyemprotan.

“Pasar tradisional sampai pukul 14.00 WIB dan meliburkan satu hari dalam seminggu untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.

 “Saya harapkan masyarakat tidak mengadakan hajatan, mengundang orang banyak, pengajian cukup di rumah, tempat wisata diharapkan tutup, seluruh lokasi wisata dan hiburan, sudah zona merah, bahaya,” katanya.

Pegawai di lingkungan Pemkab Cilacap dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Kecuali pegawai yang melaksanakan penanganan pengendalian Covid-19.

“Rapat di zona merah atau orange dilarang melakukan pertemuan, dilakukan secara daring atau online,” ujarnya.

Serta dilarang menerima kunjungan dinas tamu dari luar daerah. Sama halnya dengan DPRD Kabupaten Cilacap tidak menerima ku jungan kerja, dan tidak melaksanakan perjalanan dinas.

Pemkab juga meminta kepada seluruh kades untuk meningkatkan jogo tonggo. Serta mendata warganya yang baru datang dari luar kota atau sebaliknya.

Senin malam, petugas gabungan langsung bergerak dan melakukan sosialisasi terkait pembatasan jam operasional. Petugas mendatangi sejumlah pusat pembelanjaan, café, restoran dan pusat PKL di seluruh Kabupaten Cilacap.  (*)

  • Bagikan