CILACAP – Sebanyak 12.161 jiwa warga Cilacap, terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan air bersih. Mereka tersebar di 12 desa dan 5 kecamatan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka harus bergantung pada bantuan dari BPBD Cilacap dan lembaga lain.
Warga Cilacap mulai mengalami kesulitan air bersih sejak awal Juni 2023. Ada 2 desa yang harus bergantung pada bantuan air bersih dari BPBD Cilacap. Yakni Desa Bojong Kecamatan Kawunganten dan Rawa Apu Kecamatan Patimuan. BPBD Cilacap mencatat, ada 105 desa rawan kekeringan yang harus mendapatkan antisipasi.
Keberadaan warga Cilacap yang alami kesulitan air bersih ini menjadi salah satu unggahan BPBD Cilacap di instagram @bpbdcilacap. Dalam unggahan pada 20 Agustus 2023, admin menyebutkan secara detail tentang jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih. Demikian juga dengan jumlah desa dan kecamatan yang mengalami kekeringan.
Secara rinci admin akun @bpbdcilacap menyebutkan, kecamatan terdampak kekeringan ada 5. Yakni Kecamatan Kawunganten dengan 5 desa terdampak. Lalu ada Kecamatan Patimuan di 3 desa. Selain itu, kekeringan juga melanda Kecamatan Bantarsari dan tersebar di 2 desa dan Kecamatan Gandrungmangu di 2 desa.
Yang cukup mengejutkan adalah kekeringan di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur. Perlu diketahui, Kecamatan Dayeuhluhur berada di daerah pegunungan yang pada umumnya lebih mudah mendapatkan air bersih.
Dalam postingan sebelumnya, BPBD Cilacap juga merinci adanya bantuan pasokan air bersih dari relawan dan lembaga kemanusiaan. Yakni dari LazizNU sebanyak 139.500 liter. Juga dari LazizMU sebanyak 45.000 liter. Terakhir dari PMI Cilacap sebanyak 30.000 liter. (*)






