JAKARTA – Perubahan iklim terus mengganggu stabilitas lingkungan. Selain itu, urbanisasi yang tak terkendali juga memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran strategis dan bertindak nyata untuk wujudkan ketahanan melalui inovasi dan edukasi bermoral.
Selanjutnya, Wamen Fauzan mengajak kampus ikut serta dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di daerah. Ia menyampaikan ajakan itu dalam Forum Rektor Perguruan Tinggi 2025. Melalui forum ini, para pimpinan kampus bisa wujudkan ketahanan lewat kolaborasi yang lebih konkret.
Sementara itu, KLH/BPLH mencatat emisi karbon Indonesia pada 2022 mencapai 1,8 miliar ton CO₂e. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Untuk itu, kampus perlu memperkuat riset terapan agar mampu wujudkan ketahanan lingkungan dari pencemaran dan volume sampah yang tinggi.
Di sisi lain, Wamen Fauzan melalui Program Diktisaintek Berdampak mendorong kampus membentuk jati diri yang peduli lingkungan. Dengan cara itu, kampus dapat secara aktif wujudkan ketahanan sosial dan ekologi melalui ilmu pengetahuan yang membumi.
Tak hanya itu, Menteri Hanif juga menekankan pentingnya peran kampus dalam kebijakan lingkungan. Ia mendorong universitas untuk ikut menyusun AMDAL dan KLHS. Hal ini penting agar kampus dapat wujudkan ketahanan berbasis data dan sains.
Lebih lanjut, KLH/BPLH mencatat banyaknya izin lingkungan yang ditolak karena tidak memenuhi syarat daya dukung. Menanggapi hal itu, kampus bisa melatih tenaga teknis daerah dan menyusun dokumen pembangunan untuk membantu wujudkan ketahanan wilayah secara menyeluruh.
Memperluas riset terapan
Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo telah menetapkan keberlanjutan sebagai pilar dalam Asta Cita. Menteri Brian turut mendukung hal ini dengan memperluas riset terapan. Dengan demikian, kampus bisa lebih cepat wujudkan ketahanan sektor masyarakat dan industri.
Selain itu, Wamen Fauzan juga mengajak kampus menjaga nilai moral dan karakter bangsa. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga menjelang Hakteknas sebagai upaya bersama untuk wujudkan ketahanan lingkungan melalui aksi nyata.
Akhirnya, Wamen Fauzan menutup forum dengan ajakan reflektif. “Mari kita jaga lingkungan dengan ilmu dan nilai bangsa. Bersama-sama, kita bisa wujudkan ketahanan untuk masa depan Indonesia yang berkelanjutan.” (*)






