Dorong Inovasi Perguruan Tinggi, Kemdiktisaintek Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Merata

ilustrasi

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menguatkan program riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui strategi ini, Kemdiktisaintek menargetkan riset mampu mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam taklimat media, Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa pihaknya mendorong riset-riset yang langsung menjawab tantangan riil masyarakat. Ia menjelaskan bahwa hilirisasi hasil riset menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui inovasi yang siap pakai.

Senada dengan arahan Presiden RI, Kemdiktisaintek merancang terobosan di bidang sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan bangsa. Menteri Brian menyampaikan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci dalam menjaga daya saing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, Kemdiktisaintek membangun ekosistem riset berbasis multidisiplin dan kolaboratif di perguruan tinggi. Mereka mengembangkan riset dasar hingga terapan untuk memperkuat kontribusi sains terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, menyatakan bahwa kemitraan strategis menjadi penentu keberhasilan program-program Kemdiktisaintek. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini mempercepat transfer teknologi dan memberi dorongan nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Asta Cita, Kemdiktisaintek merancang enam program prioritas riset nasional. Seluruh program tersebut mereka rancang untuk memperluas dampak riset dan memperkuat ekonomi melalui hilirisasi, penguatan SDM, serta kolaborasi lintas sektor.

Hingga saat ini, Kemdiktisaintek telah mendanai lebih dari 3.300 proposal riset di berbagai bidang strategis. Mereka memastikan pendanaan tersebut tersebar di seluruh provinsi guna memperluas akses dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis riset di tingkat lokal.

Berbagai program pengabdian

Di sisi lain, Kemdiktisaintek juga mendorong pemerintah daerah bekerja sama dengan kampus. Mereka mengajak kampus menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab persoalan daerah seperti pengelolaan sampah dan tata ruang, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi wilayah.

Tak hanya itu, Menteri Brian menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian seperti Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan, hingga ESDM. Ia menyebut bahwa kerja sama lintas sektor tersebut bertujuan memperluas kontribusi riset perguruan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemdiktisaintek juga melibatkan mahasiswa dan dosen dalam berbagai program pengabdian, seperti pembibitan, irigasi, hingga pengentasan stunting. Mereka menargetkan keterlibatan tersebut sebagai kontribusi nyata kampus dalam mengakselerasi ekonomi di akar rumput.

Akhirnya, Kemdiktisaintek memastikan bahwa hasil riset perguruan tinggi mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dengan langkah ini, mereka mengarahkan riset menjadi instrumen penting bagi pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

Sebagai catatan, Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Risbang, I Ketut Adnyana, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, turut hadir dalam sesi taklimat tersebut untuk menegaskan peran strategis riset dalam mendukung ekonomi nasional.