JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar ajang MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, tetap berlangsung dan tidak dihentikan. Prabowo menekankan pentingnya keberlanjutan event internasional sebagai bagian dari strategi mendorong sektor pariwisata nasional.
Kontrak Sirkuit Mandalika untuk menggelar MotoGP berlangsung hingga tahun 2031. Kontrak ini antara ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dengan Dorna Sports, pemegang hak komersial MotoGP. MotoGP di Pulau Lombok ini pertama kali berlangsung pada tahun 2022. Sedangkan gelaran di 2024 merupakan tahun ketiga pelaksanaan. Meskipun ada isu terkait biaya penyelenggaraan, pihak terkait memastikan MotoGP Mandalika akan terus berlanjut sesuai kontrak.
Gelaran adu balap motor paling bergengsi ini akan berlangsung dari 3 hingga 5 Oktober 2025. Tiap pembalap akan menjalani free practice sampai dengan babak kualifikasi, baik untuk balapan di hari Sprint Race di Sabtu ataupun balapan utama di Minggu. Yang pasti, ada 3 kelas yakni Moto3, Moto2 dan MotoGP.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan, Prabowo juga mendorong tidak hanya MotoGP Mandalika yang terus berjalan. Tapi juga kegiatan serupa yang berskala internasional. Termasuk F1 Powerboat di Danau Toba, Sumatera Utara.
“Presiden menekankan agar event MotoGP Mandalika dan F1 Powerboat di Danau Toba terus berlanjut karena memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian lokal,” tambah Airlangga.
Presiden Prabowo juga meminta agar ada perbaikan menyeluruh atas infrastruktur pendukung pariwisata. Seperti bandara dan pelabuhan di wilayah destinasi wisata, hingga memudahkan siapapun untuk mengaksesnya. Dengan demikian, pesawat regional maupun internasional dapat menjangkau langsung lokasi wisata unggulan Indonesia.
“Presiden mempunyai perhatian khusus terhadap pariwisata. Beliau mengarahkan agar pelabuhan internasional dan pelabuhan udara di destinasi wisata diberi kemudahan agar pesawat dari berbagai negara bisa masuk,” tegas Airlangga. (*)






