Indonesia Sambut 250 Mahasiswa Internasional Penerima Beasiswa KNB 2025

ilustrasi

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung diplomasi dan kerja sama antarnegara melalui penyelenggaraan beasiswa KNB 2025. Acara penerimaan berlangsung di kantor Kemdiktisaintek pada Senin (25/8). Dengan demikian, program ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, secara resmi membuka kegiatan penerimaan mahasiswa baru KNB. Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak. Selain itu, ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa asing dapat memperkaya ekosistem akademik sekaligus memperkuat jejaring pendidikan internasional.

Menteri Brian mendorong penerima beasiswa KNB memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya. Kemudian, ia menegaskan bahwa para penerima harus kembali ke negara asal untuk membangun bangsanya. Dengan begitu, hubungan Indonesia dan negara sahabat akan semakin erat.

Pada 2025, sebanyak 250 mahasiswa dari 46 negara berhasil lolos sebagai penerima beasiswa KNB. Mereka terpilih dari 2.724 pendaftar internasional. Sementara itu, jumlah tersebut mencerminkan tingginya minat mahasiswa dunia untuk belajar di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi, menjelaskan rincian penerima beasiswa KNB. Sebanyak 40 mahasiswa menempuh Program Sarjana, 175 mahasiswa menempuh Program Magister, dan 35 mahasiswa menempuh Program Doktoral. Pada saat yang sama, mereka tersebar di 34 perguruan tinggi Indonesia.

Melalui KNB, Indonesia menegaskan komitmen untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di negara berkembang. Terlebih lagi, program ini memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa.

Program beasiswa KNB juga selaras dengan strategi nasional Indonesia. Fokusnya meningkatkan kapasitas riset perguruan tinggi serta mendorong lahirnya lebih banyak universitas kelas dunia. Akhirnya, Indonesia berharap beasiswa KNB menjadi jembatan diplomasi pendidikan yang membawa dampak nyata bagi kemajuan bersama. (*)