JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus perkuat budaya kerja harmonis, produktif, dan inklusif. Karena itu, kementerian berkomitmen mewujudkan tata kelola modern demi mendukung Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek menggelar agenda “Sesjen Menyapa” bertema “Satu Suara, Satu Rasa, Satu Kinerja”, Selasa (26/8). Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek ingin perkuat budaya komunikasi dan sinergi antarpegawai.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyerahkan penghargaan kepada pegawai berprestasi. Tak hanya itu, apresiasi ini juga bertujuan perkuat budaya motivasi dan meningkatkan kinerja pegawai.
Sesjen Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan pentingnya kebersamaan. Menurutnya, pegawai perlu perkuat budaya kolaborasi agar tata kelola pemerintahan makin adaptif dan inovatif.
“Kerja sama membuat segalanya lebih ringan. Oleh sebab itu, kita harus perkuat budaya kebersamaan dan memberi manfaat bagi sesama,” ujar Togar.
Togar juga menekankan pentingnya komunikasi antar pimpinan dan staf. Dengan demikian, agenda ini menjadi wadah untuk perkuat budaya gotong royong serta mendorong transformasi pendidikan tinggi, riset, dan teknologi.
Kemdiktisaintek menjalankan kebijakan “Diktisaintek Berdampak” untuk menghadirkan riset dan inovasi yang relevan. Selain itu, kementerian juga budaya solidaritas internal agar program bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, kementerian fokus meningkatkan kualitas SDM melalui kolaborasi dan digitalisasi. Langkah ini diambil untuk budaya inovasi, pelayanan publik, dan daya saing pendidikan tinggi secara global.
Togar menegaskan, budaya kerja harmonis, produktif, dan inklusif menjadi kunci keberhasilan. Pada akhirnya, dengan perkuat budaya profesionalisme, Kemdiktisaintek optimistis menghadapi tantangan zaman.
Dengan semangat “Satu Suara, Satu Rasa, Satu Kinerja”, seluruh pegawai diharapkan makin inovatif dan kolaboratif. Akibatnya, Kemdiktisaintek semakin siap budaya kerja unggul untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. (*)






