News  

Kemarau Basah 2025, Hanya 1 Desa Minta Bantuan Air Bersih ke BPBD Cilacap

ilustrasi

CILACAP – Kemarau di 2025 tergolong basah dengan tetap ada hujan. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mencatat, ada 1 desa yang mengajukan bantuan air bersih.

BMKG sejak akhir musim penghujan sudah memperkirakan, kemarau basah akan terjadi pada 2025. Artinya, potensi terjadi hujan sepanjang kemarau masih tetap terjadi. Hal ini kemudian membuat ancaman kekeringan jauh menurun.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan mengatakan, selama kemarau basah 2025 ini hanya ada 1 desa yang mengalami kekeringan. Tepatnya Desa Bojong Kecamatan Kawunganten.

“Sangat sedikit. Sampai hari ini baru satu desa. Desa Bojong Kecamatan Kawunganten,” katanya.

Budi mengatakan, BPBD sepanjang 2025 ini juga mencatat kejadian bencana sangat sedikit. Termasuk bencana kekeringan akibat kemarau basah selama 2025. Sementara BPBD sejak awal tahun sudah mempersiapkan berbagai hal untuk mengantisipasi bencana kekeringan.

Selain itu, bencana lain seperti banjir dan tanah longsor juga sangat sedikit. Bahkan dampak dan intensitas bencana tersebut juga jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

“Lebih sedikit dari intensitasnya juga lebih sedikit. Dari dampaknya juga lebih ringan,” katanya.

Saat ini, BPBD Cilacap fokus antisipasi pada bencana saat musim hujan. Demikian juga selama masa pancaroba seperti angin kencang. Bencana ini sudah mulai menyerang dan terakhir terjadi di wilayah kota Cilacap. Meski begitu, bencana angin kencang sepanjang 2025 ini jgua sangat sedikit.

“Total tahun ini hanya 7 kejadian di 7 lokasi berbeda,” tambahnya.

BMKG sendiri sudah me-warning kalau Cilacap sudah masuk musim pancaroba. Pada musim seperti ini kerap terjadi bencana angin kencang sampai angin puting beliung. Dampaknya adalah pohon tumbang hingga rumah rusak. (*)