SIDOARJO – Mushola di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9/2025) saat puluhan santri sedang melaksanakan salat hingga memakan korban. Peristiwa ini menewaskan satu santri dan 79 mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit setempat.
Pasca kejadian, puing-puing reruntuhan berupa bambu dan beton cor berserakan di sekitar area mushala. Sejumlah ambulans bolak-balik mengevakuasi korban, sementara aparat kepolisian bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat sekitar bergotong royong membantu penyelamatan.
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan SAR langsung melakukan evakuasi. Petugas berhasil menyelamatkan delapan santri dari reruntuhan setelah lebih dari delapan jam pencarian. Sejumlah korban mushola Al-Khoziny lainnya masih terjebak di bawah puing beton.
Juru bicara Polda Jawa Timur, Jules Abraham Abast, menjelaskan bangunan lama yang awalnya dua lantai ada penambahan dua lantai tanpa izin saat renovasi berjalan. Ternyata, pondasi tidak mampu menopang beban tambahan sehingga gedung roboh saat proses pengecoran berlangsung.
“Pondasi bangunan lama rupanya tidak mampu menopang dua lantai beton dan ambruk saat proses pengecoran,” kata Abast
Korban mushola Al-Khoziny yang selamat mayoritas mengalami luka serius, seperti patah tulang dan cedera kepala. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit. Sebagian besar korban merupakan santri laki-laki, sedangkan santri perempuan selamat karena berada di bangunan berbeda.
Ketua tim SAR, Nanang Sigit, mengatakan petugas berupaya menyalurkan oksigen dan air kepada korban mushola Al-Khoziny yang masih terjebak. Ia menegaskan prioritas utama adalah menyelamatkan korban hidup.
Ratusan personel penyelamat dengan peralatan medis dan alat berat terus bekerja menyingkirkan puing demi menemukan korban selamat maupun jenazah.
Proses pencarian fokus pada korban selamat akibat mushola Al-Khoziny yang ambruk. (*)






