CILACAP – BPBD Cilacap menyebut ada perubahan signifikan jumlah warga yang terpaksa pindah ke hunian sementara (huntara) Cibeunying. Kepastian tersebut usai BPBD Cilacap mendapat rekomendasi PVMBG yang sudah melakukan kajian lapangan. Salah satu rekomendasi ini menyebut hanya 54 rumah yang wajib relokasi karena berada di zona tidak aman.
Kepala BPBD Cilacap, Taryo mengatakan, pihaknya telah menerima hasil kajian PVMB yang mencakup wilayah Desa Cibeunying dan Jenang Kecamatan Majenang.
“Hasil kajian menyebutkan ada sekitar 54 rumah yang harus direlokasi karena wilayahnya tidak aman,” ujarnya.
Sebelumnya, data awal dari kecamatan mencatat jumlah pengungsi mencapai 296 keluarga. Data tersebut muncul setelah tanah longsor melanda 2 dusun di Desa Cibeunying pada
Namun, setelah Badan Geologi melakukan kajian mendalam, pemerintah menetapkan relokasi hanya berlaku bagi 54 rumah terdampak.
“Awalnya data mencapai 296 orang, tetapi setelah dikaji, hanya 54 rumah yang harus direlokasi ke lokasi yang aman,” katanya.
Rumah terdampak tersebut berasal dari beberapa dusun, yakni Dusun Nagari, Tarukahan dan Cibuyut di Desa Cibeunying. Pemerintah berencana mengundang korban longsor agar mendengarkan hasil kajian dan rencana relokasi.
“Rencana besok di pendopo Kecamatan Majenang,” katanya lagi
Pemerintah juga melaporkan progres pembangunan huntara Cibeunying. Hingga kini, pembangunan telah mencapai 24 unit dan masih terus berproses. Pemerintah menargetkan pembanunan seluruh huntara ini selesai pada akhir Januari agar 54 keluarga terdampak bisa segera menempatinya.
Taryo menambahkan, tiap unit huntara untuk korban longsor Cibeunying ini sudah ada fasilitas dasar. Seperti air bersih, listrik, kamar, dan kamar mandi. Pemerintah merancang huntara untuk warga Cibeunying ini sebagai rumah tumbuh. Nantinya huntara ini akan berkembang menjadi hunian tetap.
“Ke depan, huntara ini akan berkembang menjadi hunian tetap,” tegasnya.
Sebelumnya, tanah longsor di Cilacap mengakibatkan setidaknya belasan rumah tertimbun, Kamis (13/11/2025). Longsor terjadi sekiar pukul 20.00 dan menerjang perkampungan warga di Dusun Tarukahan dan Cibuyut, Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap. (*)






