Absensi Perangkat Desa Lewat Aplikasi SIPANDE. Target Tingkatkan Disiplin

Camat dan Kades se Kecamatan Karangpucung tengah berdiskusi terkait aplikasi absensi perangkat desa. Aplikasi ini menjadi salah satu inovasi Kecamatan Karangpucung untuk meningkatkan kedisplinan perangkat desa. (doc)

CILACAP – Sistim absensi perangkat desa di Kecamatan Karangpucung, Cilacap selangkah lebih maju karena menggunakan sistim atau aplikasi khusus. Hingga tingkat kehadiran perangkat desa akan terpantau oleh staf di kecamatan. Dan kecamatan akan dengan mudah mengetahui siapa saja yang kurang disiplin dalam menjalankan tugas masing-masing.

Aplikasi absensi perangkat desa di Kecamatan Karangpucung, menjadi salah satu inovasi yang digagas oleh Kasie Tata Pemerintahan, Anjarningsih. Untuk tahap awal, aplikasi tersebut masih dalam proses sosialisasi bagi calon user yakni para kepala desa.

Camat Karangpucung, Asep Kuncoro S.STP mengatakan, pihaknya bersama kades sudah melakukan diskusi sekaligus sosialisasi.

“Hari ini kita diskusi dengan kades. Ada beberapa yang perlu kita modifikasi. Untuk tahapan 3 bulan pertama sosialisasi,” ujarnya usai sosialisasi, Sabtu (28/10/2023).

Dia mengatakan, tahap awal ini sudah ada 3 desa yang siap mengaplikasikan sistim tersebut. Namun pada tahap ke dua, atau memasuki semester pertama, dia menargetkan akan menjangkau lebih luas lagi. Baru pada tahap terakhir yang menjadi agenda jangka panjang, maka seluruh desa sudah terjangkau dan menggunakan aplikasi absensi perangkat desa.

Dan nantinya, bisa saja ada admin di tiap desa yang menerapkan aplikasi tersebut. Karena saat ini, admin baru ada di kecamatan sebagai langkah awal.

“Nantinya bisa ada admin di tiap desa,” katanya.

Dia berharap, aplikasi ini bisa menjadi indikator dalam menentukan tunjangan kinerja perangkat desa. Tunjangan ini tentu di luar Tunjangan Penghasilan Aparatur Desa (TPAD).

Sekaligus untuk meningkatkan kedisiplinan dan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena berkat keduanya, maka pelayanan akan menjadi lebih optimal.

“Jadi sistim reward and punishment ada indikator yang jelas. Bagi perangkat desa yang berangkat dengan tertib, disiplin dan menjalankan tugas sesuai instruksi kades, bisa meningkatan takes home pay,” kata dia. (*)