News  

Ada Ledakan Sebelum Tanah Bergerak di Jatiluhur

Salah satu rumah rusak di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap, rusak akibat pergerakan tanah. Warga sempat mendengar suara ledakan sebelum terjadi tanah bergerak. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Suara ledakan terdengar dan sebelum tanah bergerak terjadi di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap. Bunyi ini sangat keras hingga hingga hampir seluruh warga setempat mendengarnya.

Tanah di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap kembali bergerak. Akibatnya, 9 rumah mengalami kerusakan akibat tanah bergerak, Kamis (9/2/2023).

Sekitar pukul 13.00, terdengar ledakan keras dan sebelum tanah bergerak di Dusun Jatiluhur. Sejumlah warga lalu mencari sumber suara dan mengira ada rumah yang ambruk.

“Ada suara keras sekali. Saya kira ada rumah ambruk,” ujar Carsem, warga RT 02 RW 05 Dusun Jatiluhur, Sabtu (11/2/2023).

Dia mengatakan, rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tanah bergerak tersebut. Seperti tembok retak dan lantai keramik yang pecah atau naik. Kondisi serupa juga terlihat di 8 rumah warga lainnya yang terdampak kejadian tersebut.

“Pintu depan tidak bisa dibuka,” kata dia.

Kerusakan serupa juga terjadi di rumah warga lainnya. Rata-rata tembok retak, lantai naik hingga keramik pecah. Bahkan salah satu rumah nampak lantai terbelah dan memanjang dari ruang depan hingga belakang.

Kepala Dusun Jatiluhur, Carsono mengakui, tanah bergerak ini lanjutan dari peristiwa serupa pada 2017 lalu. Saat itu, bencana melanda wilayah RT 01 RW 05.

“Ini lanjutan dari 2017. Yang dulu 25 rumah dan sudah relokasi,” kata dia.

Dia membenarkan adanya suara ledakan sebelum tanah bergerak di sana. Suara ini kemungkinan besar akibat dari tanah bergerak tersebut dan mengakibatkan kerusakan pada 9 rumah warga.

“Ya, ada suara ledakan,” kata dia.

Dia berharap agar ada penelitian lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Seperti yang dilakukan pemerintah pasca 2017 dan memastikan wilayah ini rawan bencana.

“Kami memohon kepada pemerintah bagaiaman penanggulangannya. Bagaimana BMKG bisa memastikan kondisi lahan. Kami siap menunggu langkah pemerintah,” tegasnya. (*)