CILACAP – Banjir dan tanah longsor terjang Desa Pamulihan, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Rabu (11/2/2026), sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa banjir longsor ini merusak 6 rumah warga di Cilacap tersebut. Bencana ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Hujan mulai turun sejak pukul 15.00 WIB hingga 19.30 WIB, tepat seperti peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya. BMKG telah memprakirakan cuaca ekstrem akan melanda Kabupaten Cilacap pada hari tersebut.
Curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah di sejumlah titik. Aliran air yang tidak beraturan serta adanya retakan tanah sebelumnya, memperparah kondisi hingga menyebabkan longsor di delapan titik lokasi.
Pasca kejadian, petugas BPBD Cilacap langsung melakukan pendataan. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Selain itu, kerusakan dan total kerugian material masih dalam proses pendataan dan perhitungan pasca banjir longsor terjang rumah warga di Cilacap itu.
Selain itu, petugas mendata ada 6 rumah warga yang tertimbung akibat banjir longsor di Desa Pamulihan Kecamatan Karangpucung, Cilacap.
Enam rumah tersebut masing-masing milik Sarip, Kusyono, Oji Kisto, Wito, Imam dan Warsino. Total ada 25 orang yang menghuni 6 rumah tersebut. Selain itu, longsor juga mengancam 24 rumah yang milik 27 keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 81. Tiga rumah lainnya yang milik 5 keluarga juga terancam jika ada longsor susulan.
Kalak BPBD Cilacap, Taryo memastikan tidak ada korban jiwa usai banjir longsor terjang rumah warga setempat. Selain itu, juga tidak ada konsentrasi pengungsi di satu titik.
“Warga lebih nyaman mengungsi ke keluarga terdekat,” katanya.
Meski begitu, BPBD dan pemerintah desa menyiapkan 2 lokasi pengunsian. Yakni di kantor desa dan salah satu sekolah. BPBD juga menyiapkan kasur dan peralatan lainnya. Demikian juga dengan permakanan.
“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Sosial dan PMI. Tapi informasi dari pak kades, sementara belum ada korban yang kekurangan logistik,” tegasnya. (*)






