Banjir Longsor Ganggu Aktivitas Pendidikan, Ujian Sekolah di Sumatera Barat Terganggu

Anggota Polri tengah membersihkan lumpur di SMA Negeri 9 Padang. Banjir longsor mengakibatkan ujian sekolah di Sumatera Barat, Utara dan Aceh terganggu. (doc/polresta padang)

MEDAN – Bencana banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda Sumatra Barat pada pekan lalu menyebabkan ujian sekolah di Sumatera terganggu. Karena pada bulan ini, siswa SD hingga SMA dan SLB yang seharusnya memasuki masa ujian semester ganjil.

Dampak bencana pada akhirnya menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar. Termasuk membuat pelaksanaan ujian sekolah di Sumatera Barat terganggu.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat mengeluarkan kebijakan khusus pasca banjir dan longsor. Mereka meminta seluruh sekolah meninjau ulang dan menyesuaikan jadwal ujian semester tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini bertujuan memastikan keamanan, kesiapan sarana, serta kondisi psikologis murid dan guru akibat bencana.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Habibul Fuadi telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I sampai VIII. Isi instruksi itu agar segera ada berkoordinasi dengan sekolah terdampak. Termasuk menjadwal ulang ujian semester ganjil.

“Kepala cabang untuk segera mengoordinasikan dan menginstruksikan kepada seluruh kepala satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di wilayah yang terdampak untuk melakukan peninjauan ulang dan penyesuaian jadwal pelaksanaan ujian semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026,” kata Habibul.

Dinas Sumbar juga mewajibkan seluruh Kepala Cabang Dinas mengumpulkan data rinci mengenai dampak bencana terhadap dunia pendidikan. Data itu mencakup fasilitas yang rusak, jumlah murid dan guru terdampak, serta laporan korban jiwa. Laporan lengkap ini harus masuk paling lambat 1 Desember 2025.

Status tanggap darurat dari Pemerintah Provinsi Sumbar sejak 25 November hingga 8 Desember membuat kegiatan belajar mengajar turut mengalami penyesuaian. Dinas sudah menerbitkan dua surat edaran. Pertama meliburkan sekolah pada 28–30 November 2025 dan diperpanjang hingga 3 Desember 2025.

Sekolah dan Guru Terdampak Banjir

Di lapangan, sejumlah sekolah berfungsi sebagai tempat pengungsian. Seperti SD 41 Lori, SDN 02 Cupak Tangah, dan SMPN 29 Padang. Sebagian murid dan guru juga terpaksa mengungsi setelah banjir dan longsor menghantam Sumatra Barat.

Data sementara menunjukkan, tiga guru meninggal dunia, empat orang luka-luka dan lima orang masih hilang. Selain itu 96 fasilitas pendidikan rusak ringan hingga berat.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Sumbar memutuskan menjadwal ulang ujian sekolah. Hal ini untuk menjamin keselamatan dan stabilitas psikologis siswa. Karena siswa tidak mungkin menjalani ujian saat masih trauma akibat bencana yang justru ujian sekolah di Sumatera Barat kian terganggu. (*)