News  

Basarnas Pakai Drone untuk Cari Korban Longsor Cisarua

Relawan tengah melakukan pencarian korban di lokasi longsor Cisarua. Tim SAR gabungan kerahkan drone untuk mencari korban longsor di Cisarua. (doc/instagram)

BANDUNG BARAT — Basarnas mengerahkan drone unmanned aerial vehicle (UAV) untuk mendukung operasi pencarian korban longsor Cisarua di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 25 Januari 2026.

Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian sejak pagi hari dengan fokus di dua sektor utama, yakni sektor alpha dan sektor bravo. Basarnas memimpin operasi bersama unsur TNI, Polri, BNPB, dan BPBD dengan melibatkan lebih dari 250 personel.

Hingga pukul 16.15 WIB, tim SAR mengevakuasi 14 jenazah tambahan sehingga total jenazah mencapai 25. Petugas menyerahkan seluruh jenazah tersebut kepada tim DVI Polri untuk proses identifikasi.

Basarnas memanfaatkan drone UAV untuk memantau kondisi mahkota longsor dan pergerakan tanah di area pencarian. Pemantauan udara tersebut membantu petugas menentukan titik aman bagi personel dan alat berat, sekaligus meminimalkan risiko longsor susulan.

Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 10.41 WIB setelah tim mendeteksi pergerakan tanah di area worksite A1. Setelah Basarnas memastikan kondisi aman melalui pemantauan drone, tim SAR kembali melanjutkan pencarian pada pukul 11.10 WIB.

Berdasarkan data sementara, ada sembilan orang meninggal dunia. Sebanyak lima korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Sementara empat korban lainnya masih menjalani proses identifikasi. Selain itu, 23 warga selamat dan 81 orang hilang.

Basarnas menghadapi kendala berupa medan labil, material longsoran, dan cuaca yang tidak menentu. Dengan pertimbangan keselamatan personel, tim SAR menghentikan sementara operasi pada sore hari dan menjadwalkan pencarian korban longsor Cisarua lanjutan pada Senin (26/1/2026).

Bencana longsor tersebut menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. Untuk mengantisipasi longsor susulan, petugas mengevakuasi 232 warga ke lokasi pengungsian yang lebih aman. (*)