BPBD Siapkan Huntara Bagi Korban Tanah Bergerak

  • Bagikan
Pergerakan tanah di Desa Karangintung Kecamatan Gandrunmangu, Cilacap merusak 9 rumah dan 79 warga mengungsi. (doc)

CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu. Hunian ini diperuntukan untuk mereka yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah pada 19 Mei lalu. Saat ini, para pengungsi bertahan di tenda darurat hingga diperlukan tempat tinggal sementara dan lebih layak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengungkapkan, rencana ini diputuskan setelah rapat antara BPBD bersama Forkompincam Gandrungmangu, Dinas Sosial, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) serta Kepala Desa Karanggintung.

“Hari ini (Selasa, 8/6/2021) kita rapat bersama dinas terkait dan forkompincam. Salah satu keputusannya adalah membangun huntara untuk korban pergerakan tanah,” ujarnya.

Alasan kuat yang mendorong rapat ini memutuskan untuk membangun huntara adalah dengan melihat kondisi para pengungsi. Mereka masih bertahan di tenda darurat yang dibangun oleh BPBD di dekat lokasi pergerakan tanah.

Ditambah lagi dengan adanya warga yang sempat dirawat karena kondisinya melemah. Selain itu juga ada balita yang membutuhkan tempat lebih baik dibandingkan tenda darurat.

“Persiapan huntara menjadi prioritas jangka pendek mengingat saat ini warga terdampak tinggal di tenda pengungsian,” kata Tri.

BPBD Cilacap Kamis (8/6/2021) menggelar rapat dengan dinas terkait, Forkompincam Gandrungmangu dan Kepala Desa Karangintung memutuskan untuk menyiapkan hunian sementara bagi korban pergerakan tanah. (doc)

Untuk itu, BPBD Cilacap dan pihak terkait lainnya tengah mempersiapkan pembangunan huntara tersebut. Termasuk menyiapkan bantuan berupa material bangunan yang bisa dipakai untuk mendirikan huntara.

Material ini nantinya diharapkan ada bantuan dari pihak ketiga. Seperti dari dunia usaha yang selama ini memang sering memberikan bantuan sosial kepada warga.

“Bisa diupayakan melalui bantuan CSR dan BTT atau sumber lainnya,” katanya.

Namun demikian, pihaknya masih akan menunggu kedatangan tim Badan Geologi Bandung yang akan melakukan survey kelayakan lokasi. Baik untuk hunian sementara mapun hunian permanen. Lokasi tersebut akan dipastikan bebas dari ancaman pergerakan tanah di masa mendatang.

“Tim hari ini (Selasa, 8/6/2021) berangkat dari Bandung. Mungkin bermalam dulu baru besok (Rabu, 9/6/2021) ke lokasi. Biasanya butuh waktu 2 hari untuk survey,” ujarnya.

Saat ini, para pengungsi mendapat bantuan bahan makanan dari berbagai pihak. Mulai relawan kebencanaan, warga masyarakat, pedagang pasar sampai dengan organisasi massa di Kecamatan Gandrungmangu dan sekitarnya.

“Stok permakanan sangat cukup untuk 1 bulan ke depan. Beras masih sangat melimpah berkat bantuan semua pihak dan tentunya ini sangat membantu pengungsi,’ tegasnya.

BPBD Cilacap mencatat, pergerakan tanah di RT 003 RW 001 Dusun Pagergunung Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu pada tanggal 19 Mei 2021. Akibatnya sudah adalah munculnya retakan tanah selebar 25 cm dan kedalaman 3 Meter.

Kejadian tersebut mengakibatkan 9 rumah rusak dan 22 KK atau 79 jiwa mengungsi. Dari jumlah pengungsi ini, sebagian ada warga lanjut usia dan juga balita serta anak-anak.(*)

  • Bagikan