News  

Bupati Ancam Bubarkan Hajatan

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji usai sebuah acara. Bupati mengancam akan membubarkan hajatan yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Bupati Cilacap memberikan pernyataan tegas dengan dan ancam tidak segan-segan untuk bubarkan hajatan warga. Ancaman serius ini dia setelah ada varian baru yakni Omicron yang masuk wilayah itu pada Jumat (21/1/2022).

Varian baru Covid19, Omicron sudah masuk Cilacap. Pembawanya adalah pelaku perjalanan dengan menggunakan sarana transportasi umum dari Jakarta ke Cilacap.

Warga terpapar Omicron berinisial ZS (52) dan tercatat sebagai warga Kabupaten Pematang Siantar, Medan. ZS berangkat dari Jakarta pada 4 Januari dan tiba di Cilacap dan langsung mencari tempat penginapan dengan menggunanakan ojek.

Pemerintah kabupaten dan juga Satgas Covid19 langsung mengambil langkah antisipatif dan disampaikan kepada sejumlah media. Salah satu langkah tersebut adalah pengetatan kegiatan masyarakat dan harus menerapkan protokol kesehatan. Jika penyenggara hajatan tidak mau menerapkannya, maka aparat bisa membubarkan kegiatan tersebut.

Regulasi ini mengurangi resiko penyebaran Covid19 di seluruh wilayah. Hajatan dinilai menjadi salah satu kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan penyebaran virus Covid19. Hingga bupati dengan tegas me-warning warga dan ancam untuk bubarkan hajatan.

“Dan yang hajatan, saya minta kepada Pak Camat, Pak Kapolsek dan Pak Kades, harus 50 persen. Kalau tidak, bubarkan,” ancam Bupati Cilacap usai meresmikan kantor Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, Cilacap, Selasa (25/1/2022).

Bupati menegaskan, siapapun yang akan masuk dan bermalam di Cilacap harus patuh pada regulasi. Yakni dengan menjalani pemeriksaan berupa swab dan antigen. Tujuannya untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat dan tidak terpapar.

“Semua tamu yang nginep di Cilacap harus di swab dan antigen,” kata dia.

Bagi pendatang yang masuk ke Cilacap dan kedapatan sudah terpapar, akan segera masuk ke tempat isolasi terpusat atau isoter. Isoter di Cilacap menggunakan gedung milik Badan Diklat yang memiliki kapasitas 50 orang.

“Kalau itu (positif) harus masuk isoter,” tegasnya. (*)