Cegah Kluster Baru, PPDB Disarankan Online

  • Bagikan
ilustrasi : Komisi D DPRD Cilacap meminta pendaftaran siswa baru dilakukan online

CILACAP – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diharapkan bisa menerapkan sistim online agar mengurangi ancaman kerumunan siswa dan wali murid di sekolah. Selain itu juga tidak ada penyerahan berkas secara fisik yang memungkinkan terjadi tatap muka antara wali murid dengan panitia.

“Kalau bisa pakai (sistim) online,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Didi Yudi Cahyadi.

Menurutnya, penerapan PPDB secara online ini bis mencegah munculnya kluster baru di dunia pendidikan. Karena sistim ini mengurangi pertemuan antara wali murid dan siswa dengan panitia PPDB.

Beda halnya jika PPDB digelar manual. Dipastikan wali murid dan siswa harus ke sekolah untuk mengambil formulir pendaftaran dan mengembalikannya ke panitia. Kedua proses ini dipastikan mengundang kerumunan.

“Komisi D tidak ingin ada kluster baru,” kata dia.

Hanya saja pendaftaran secara online ini bukan menjadi harga mati. Sekolah tertentu masih bisa menggelar PPDB secara manual atau off line. Terutama bagi sekolah yang berada di daerah blank spot atau susah sinyal.

“Bisa seperti itu. Nantinya wali dan siswa ke sekolah tujuan dan dipandu petugas,” katanya.

Namun demikian, seluruh proses PPDB ini harus tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Terutama bagi sekolah yang menerapkan pendafataran secara langsung atau offline. Panitia harus memastikan agar kerumunan bisa dihindari. Demikian juga dengan wali murid dan siswa yang hadir wajib memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk ruang pendaftaran.

“Prokes harus diterapkan ketat,” kata Didi.

Dia menambahkan, Komisi D sudah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Kabupaten Cilacap. PPDB ini menjadi salah satu topik pembahasan. Demikian juga dengan evaluasi pelaksanaan ujian sekolah dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Hasil positif ko, ujian dan tatap muka kemarin sudah menerapkan prokes dengan baik dan tidak ada anak yang terjangkit. Kita hanya minta agar orang tua yang mengantar anak tidak sampai menimbulkan kerumunan karena ini masih ada di beberapa sekolah,” tegasnya. (*)

  • Bagikan