CILACAP – Wilayah pusat kota Cilacap, tergenang banjir akibat hujan deras, Kamis (27/4/2023) malam. Akibatnya, sejumlah kelurahan di beberapa kecamatan di pusat kota Cilacap tergenang. Rumah warga berada di Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Utara dan Cilacap Tengah.
Hujan deras mulai mengguyur Cilacap sejak pukul 18.00 hingga menjelang tengah malam. Volume air yang cukup tinggi ini mengakibatkan drainase dan saluran pembuangan tak mampu menampung. Air kemudian melimpas ke atas jalan. Lambat laun, air mulai masuk ke halaman dan rumah warga. Akibatnya, 3 kecamatan di pusat kota Cilacap tergenang banjir.
Beberapa warga mengaku, air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 21.30 malam. Debit air terus meninggi sampai menjelang tengah malam.
BPBD Cilacap mencatat, warga langsung mengunsi saat air terus masuk ke dalam rumah mereka. Mereka memanfaatkan tempat ibadah, gedung milik ormas hingga sejumlah rumah kerabat. Setidaknya ada 224 warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Para pengungsi ini sebagian bertahan di Gedung Muhammadiyah sebanyak 30 orang. Sisanya ada di 4 masjid yang aman dari genangan.
“Total ada 224 warga yang mengungsi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi.
Menjelang pagi hari, sejumlah warga lalu kembali ke rumah masing-masing karena air mulai surut. Namun demikian, mereka tidak bisa berbuat banyak hingga membutuhkan bantuan pangan. BPBD Cilacap sudah mendirikan dapur umum bersama sejumlah relawan, aparat dan warga lainnya.
Salah satu dapur umum ini berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah, tidak jauh dari alun-alun Cilacap. Mereka tetap menyiapkan makanan siap santap untuk warga yang rumahnya terdampak banjir.
“Saat pagi sebenarnya pengungsi sudah mulai pulang. Tapi karena kompor tergenang, maka dapur umum tetap dipertahankan,” ujar Palupi, salah satu relawan dari Muhammadiyah Dissaster Management Centre.
Dia menambahkan, relawan dan warga harus tetap siaga karena masih ada kemungkinan terjadi hujan deras kembali. Hingga masih ada ancaman Cilacap kembali tergenang banjir.
“Kita diminta untuk tetap waspada,” tegasnya. (*)






