News  

DB Kembali Merebak

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap melakukan fogging di Desa Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap, Jumat (3/6/2022). Fogging dilakukan karena DB kembali merebak. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Demam Berdarah atau DB masih dan kembali merebak di wilayah Kabupaten Cilacap. Kondisi ini memaksa Dinas Kesehatan melakukan fogging di lokasi penyebaran DB. Terbaru, Dusun Cipancur Desa Jenang penuh dengan asap saat petugas melakukan fogging, Jumat (3/6/2022) pagi.

Sepanjang 2022, ada 13 orang warga Kabupaten Cilacap meninggal dunia karena terjangkit DB. Jumlah ini tercatat sejak awal tahun 2022 hingga memasuki pertengahan Mei 2022.

Pada Mei lala, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap harus melakukan fogging untuk hentikan kasus penyebaran DB di Desa Keleng Kecamatan Kesugihan, Senin (23/5/2022). Di desa ini ada 5 warga terjangkit DB dan tinggal dalam 1 RT yang sama.

Dan sepanjang Mei 2022 ini, ada 8 kasus DB yang kembali merebak di Dusun Cipancur Desa Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap. Bahkan salah satu warga terpaksa berbaring di ruang ICU akibat terjangkit DB.

“Warga lalu mengusulkan agar ada fogging,” ujar Kepala Puskesmas Majenang 2, Nunung Tri Susilowati.

Dia mengatakan, petugas sebelumnya sudah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan mendapati adanya penyebaran DB di sana. Selain itu, populasi jentik nyamuk juga sangat besar hingga petugas memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut.

Langkah pertama adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di Desa Jenang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada sarang atau tempat nyamuk dewasa bertelur.

“Baru tadi pagi (Selasa) kita lakukan fogging,” kata Nunung.

Namun, katanya fogging bukanlah langkah terbaik untuk menghentikan DB yang kembali merebak di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Karena fogging memiliki dampak negatif dan hanya mematikan nyamuk dewasa.

“Fogging kan pakai bahan kimia. Tentu ada efek negatif,” tegasnya. (*)