News  

Dinas Fogging Untuk Hentikan Penyebaran DB

Dinas Kesehatan fogging di Desa Keleng Kecamatan Kesugihan, Senin (23/5/2022). Fogging untuk hentikan penyebaran DB. (doc)

CILACAP – Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap harus melakukan fogging untuk hentikan kasus penyebaran DB di Desa Keleng Kecamatan Kesugihan, Senin (23/5/2022). Di desa ini ada 5 warga terjangkit DB dan tinggal dalam 1 RT yang sama.

Kasus DB di Kabupaten Cilacap tengah mennjadi perhatian Dinas Kesehatan. Sejak 2 pekan terakhir dinas terus mengerahkan warga, aparat terkait dan petugas kesehatan untuk membersihkan lingkungan. Termasuk melalukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak dalam 1 wilayah yang luas.

Kepala Puskesmas Kesugihan, Affif Melli Rahman, SKep Ners MM mengatakan, 5 orang ini harus masuk rumah sakit guna perawatan.

“Ada 5 warga terjangkit DB hingga dinas harus lakukan fogging untuk hentikan penyebaran,” ujarnya.

Dia merinci, ada 3 orang yang harus masuk perawatan di RSUD Cilacap. Sementara 2 orang lainnya di salah satu klinik swasta.

“3 orang ini sudah sembuh dan boleh pulang. Yang 2 lagi masih dalam perawatan. Tapi kondisinya terus membaik,” kata dia.

Dia memastikan, fogging hanya di sekitar rumah warga yang terjangkit tersebut dengan radius tertentu. Ini dengan menghitung jarak terbang nyamuk aedes aegypti yang menjadi vektor penyebaran DB. Ini karena fogging harus tepat sasaran karena punya efek samping.

“Fogging hanya di sekitar rumah 5 orang yang terjangkit itu. Jadi tidak satu desa penuh,” katanya.

Sebelum memutuskan fogging, petugas Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat sudah melakukan pemeriksaan atau penyelidikan epidemiologi. Termasuk memeriksa populasi jentik nyamuk di tiap rumah. Demikian juga dengan kemungkinan terjadinya penyebaran.

“Sudah ada penyelidikan epidemiologi,” katanya.

Dalam waktu dekat, warga bersama aparat terkait akan melakukan PSN guna membasmi sarang nyamuk aedes aegipty. Dan pada Selasa (24/5/2022) akan ada kerja bakti massal untuk membersihkan lingkungan masing-masing.

“PSN ini agar lebih efektif mencegah penyebaran DB,” tegasnya. (*)