TANGERANG SELATAN – Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025 di Aula FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kampus B, Cireundeu, Tangerang Selatan, pada 8-10 Oktober. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi akademik perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan 51 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Kemdiktisaintek dan UMJ menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dosen dan peneliti menulis dokumen paten berkualitas, sekaligus memacu inovasi akademik perguruan tinggi.
Meningkatkan Kapasitas Dosen dan Peneliti
Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, menekankan pentingnya hilirisasi riset sebagai jembatan antara penelitian dan manfaat nyata bagi masyarakat. “Upaya hilirisasi riset merupakan bagian dari visi kami untuk meningkatkan nilai tambah secara sosiologis dan ekonomi. Kami berharap para peserta segera mendaftarkan hasil inovasinya ke DJKI dan berkontribusi pada peningkatan paten nasional,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan peran pelatihan dalam mendukung inovasi akademik perguruan tinggi.
Wakil Rektor I UMJ, Muhammad Hadi, menyebut universitas menargetkan diri menjadi pusat peradaban pada 2045 melalui peningkatan paten. “Langkah ini lahir dari masukan berbagai pihak dan menjadi upaya agar universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia melahirkan peradaban ilmu pengetahuan dan keislaman yang berdampak. Peningkatan produk ilmiah, termasuk paten, menjadi indikator nyata untuk mendorong inovasi akademik perguruan tinggi,” jelas Hadi.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Nanik Astuti dari Institut Teknologi Nasional Malang, Sofyan Arif dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan Ria Dewi dari Universitas Brawijaya. Materi pelatihan dilanjutkan dengan praktik penyusunan deskripsi paten melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dibimbing tim fasilitator nasional. Kegiatan ini secara langsung memperkuat kapasitas untuk menghasilkan inovasi akademik perguruan tinggi yang berkualitas.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan dosen dan peneliti dalam menulis deskripsi paten serta mendorong peningkatan kualitas dan jumlah permohonan paten di perguruan tinggi. Dengan demikian, inovasi akademik perguruan tinggi dapat terlindungi secara hukum dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. (*)






