Doa Bersama 40 Hari Longsor Cibeunying, Warga Doakan Seluruh Korban

Warga dan pemerintah Desa Cibeunying menggelar doa bersama, tepat 40 hari pasca longsor, Kamis (18/12/2025). Doa bersama tersebut untuk meminta ampunan bagi seluruh korban meninggal dunia dan berharap keselamatan bagi warga Desa Cibeunying. (bercahayanews.com)

CILACAP – Genap sudah 40 hari kejadian longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap. Peristiwa ini mengakibatkan 23 orang meninggal dunia.

Bencana longsor di Desa Cibeunying terjadi pada Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 20.00. Beberapa saat kemudian, seluruh unsur bergerak untuk mencari korban dengan fokus utama di Dusun Tarukahan. Tim dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan relawan bersama warga langsung melakukan upaya penyelamatan. Malam itu juga, Tim SAR Gabungan mengevakuasi 1 korban selamat dan 2 meninggal.

Dan Kamis (18/12/2025), bertepatan dengan 40 hari longsor Cibeunying, atau selapan. Sesuai adat jawa, warga akan menggelar doa bersama sebagai penanda meninggalnya seseorang. Doa bersama ini dihelat di lokasi dapur umum, yang hanya berjarak puluhan meter dari lokasi longsor.

Dalam doa bersama 40 hari longsor Cibeunying, warga mendoakan seluruh arwah korban yang meninggal dunia. Mereka juga mendoakan agar desa ini dijauhkan dari bencana serupa di masa mendatang.

Kades Cibeunying, Lily Warli merasa terharu dengan bantuan semua pihak saat bencana. Salah satunya relawan dan Tim SAR Gabungan yang mencapai 1000 orang lebih. Demikian juga dukungan warga dengan memberikan dukungan.

“Saya tidak bisa membalas, hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga,” katanya.

Camat Majenang, Aji Pramono mengatakan, lokasi longsor akan tetap ada penangganan. Termasuk dengan tetap menggunakan alat berat yang masih ada di desa ini.

“Akan ada penataan lahan lokasi longsor,” katanya.

Dia meminta agar warga yang hadir bisa fokus mendoakan korban longsor di Desa Cibeunying, tepat pada saat 40 hari.

“Kita fokus doakan saudara kita 23 orang meninggal, bisa diampuni dosanya dan diterima di sisi-Nya,” kata Aji. (*)