News  

Dosen UM Surabaya Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menemui anak nakal di barak tentara. Dosen UM Surabaya kritik kebijakan yang kirim anak nakal ke barak bertentangan dengan prinsip pendidikan anak. (doc/youtube kdm)

SURABAYA – Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, lontarkan kritik terkati kebijakan Dedi Mulyadi yang kirim anak nakal ke barak militer. Kebijakan ini bertentangan dengan prinsip pendidikan anak.

Dosen Kajian Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Radius Setiyawan lontarkan kritik atas kebijakan Dedi Mulyadi yang kirim anak nakal ke barak militer. Dia melihat kebijakan ini bukan solusi yang tepat untuk mengatasi perilaku nakal pada anak.

“Kebijakan untuk kirim anak nakal ke barak militer bukan solusi yang tepat,” katanya.

Ia menyebut setidaknya ada tiga alasan utama mengapa kebijakan ini bermasalah. Karena kebijakan untuk kirim anak nakal ke barak, sangat potensi merugikan perkembangan anak.

Pertama, ia adanya perbedaan tujuan antara pendidikan anak dan pelatihan militer. Pendidikan anak berbasis pada empati dan perkembangan psikologis.

“Beda dengan pendidikan tentara yang menekankan pada disiplin keras,” katanya.

Kedua, adanya alasan sekolah, orang tua dan guru sudah gagal membantuk karakter siswa.

“Jika ini yang jadi alasan, bukan lalu menyerahkan anak ke tentara atau lembaga yang memang tidak di desain untuk mendidik anak. Justru seharusnya memperbaiki kualitas pendidikan,” terangnya.

Terakhir adalah terkait penentuan kategori anak nakal. Dia melihat ada stigma di kalangan pendidik yang mencap anak nakal dengan sangat mudah. Sementara pendidik tidak mampu melihat potensi besar pada anak tersebut.

“Kenakalan mereka bisa jadi merupakan respons terhadap kondisi sosial dan psikologis yang kurang dipahami,” katanya.

“Jika pemerintah serius ingin menangani kenakalan remaja, maka perkuatlah sekolah, peran orang tua, dan lingkungan sosial mereka. Bukan dengan kirim anak nakal ke barak. Ini cara yang sangat instan,” tegasnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengambil kebijakan untuk mengkirim anak nakal ke barak tentara. Sejumlah kepala daerah lalu mengadopsi kebijakan tersebut. Seperti Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. (*)