DPR RI Minta Nusakambangan Jangan Dieksploitasi

  • Bagikan
Nusakambangan menjadi benteng alami Cilacap menghadapi ancaman tsunami harus tetap terjaga. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Anggota DPR RI Komisi V, Novita Wijayanti meminta agar ada langkah menghentikan ekspolitasi Nusakambangan. Pulau ini harus tetap bisa menjadi benteng bagi masyarakat Cilacap, jika terjadi tsunami akibat adanya gempa megathrust.

Nusakambangan yang berada di selatan pusat kota Kabupaten Cilacap, terbukti mampu menahan gelombang tsunami. Seperti pada 2006 lalu.

“Ini PR kita bersama. Nusakambangan jangan dieksploitasi,” ujar Novita, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, ekploitasi ini akan secara perlahan merusak kekuatan Nusakambangan. Hingga pulau ini akan kehilangan kemampuan melindungi warga Cilacap saat terjadi tsunami.

“Harus tetap kita jaga,” kata dia.

Kepala BMKG, Dwikora Karnawati menyebutkan adanya ancaman gempa megathrust di pesisir selatan Indonesia. Gempa ini sangat besar dengan kekuatan bisa melebihi mencapai 8 magnitude. Gempa megathrust ini bisa membangkitkan tsunami. Hal ini berdasarkan penelitian sejumlah pakar dan ahli.

“Bukan hal baru. Banyak penelitian oleh pakar tentang potensi gempa megathrust,” kata dia.

Hanya saja, gempa ini tidak ada yang tahu kapan akan terjadi. Namun demikian, harus ada langkah antisipasi karena tsunami bisa masuk ke pantai Cilacap pasca gempa megathrust.

“Itu yang harus kita antisipasi karena kita tidak tahu kapan terjadi. Bisa sewaktu-waktu terjadi,” ujarnya.

Salah satu antisipasinya adalah menyiapkan sistim peringatan dini terbaru memanfaatkan HT. BMKG akan meluncurkan sistim peringatan dini tersebut pada 4 Oktober 2021 mendatang. Sekaligus melakukan uji coba di Cilacap.

Dalam peluncuran dan uji coba ini, sudah ada skenario menghadapi tsunami. Seperti memastikan jalur evakuasi dan penggunaan sistim peringatan dini terbaru tersebut.

“Nanti sekitar tanggal 4 Oktober (2021) akan memberikan program bagaimana kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman gempa megatrush yang berpotensi membangkitkan tsunami menuju ke pantai Cilacap,” tegasnya.

Sistim peringatan dini lama, katanya ada kelemahan karena bergantung pada sinyal telepon seluler dan jaringan listrik. Saat gempa Palu, sinyal dan jaringan listrik terputus hingga sistim ini tidak berfungsi.

“Kita harus punya alternatif lain yang tidak tergangung listrik dan sinyal hp,”tegasnya. (*)

  • Bagikan