News  

Dusun Citulang Tidak Layak Untuk Pemukiman

Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap tidak layak untuk pemukiman. Tim dari PVMBG memberikan rekomendasi agar bukit terjal dibuat teras sering dan menjauhkan rumah dari bukit terjal. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap tidak layak untuk menjadi daerah pemukiman. Penyebabnya karena masuk daerah zona pergerakan tanah hingga rawan longsor.

Informasi ini menjadi kesimpulan awal dan tertuang dalam rapat evaluasi penanganan bencana tanah longsor yang melibatkan berbagai pihak. Salah satu materi pembahasan adalah hasil awal dari survey tim PVMBG yang menyebutkan, area longsor di Grumbul Pasentingan Dusun Citulang adalah zona merah untuk pemukiman.

Longsor di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap terjadi pada Kamis (31/3/2022). Kejadian ini mengakibatkan kerusakan hebat bagi infrastruktur berupa jalan desa. Mayoritas jalan ini tertutup lumpur material longsor dan menyulitkan lalu lintas warga. Termasuk untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, tim PVMBG memberikan sejumlah catatan. Pertama adalah membuat teras sering di daerah longsor karena memiliki kemiringan ekstrim, atau mencapai 70 persen.

“Perbukitan ini harus dibuat teras sering,” kata Wijonardi, Rabu (23/4/2022).

Jika melihat rekomendasi ini, maka 25 rumah warga yang ada di titik longsor ke 3 memang sangat riskan. Karena tebing sangat terjal dan harus ada pembuatan teras sering. Hingga secara otomatis rumah ini harus pindah ke tempat aman.

Kondisi ini juga berlaku untuk 4 rumah warga di titik longsor pertama. Bahkan dia melarang rumah yang rata dengan tanah untuk dibangun kembali di lokasi tersebut.

“Cari lokasi yang aman dari ancaman longsor,” katanya.

Rekomendasi berikutnya adalah menjauhkan rumah warga dari bukit terjal tersebut. Jarak antara rumah dengan bukit minimal 3 meter.

“Sementara kondisi sekarang, banyak rumah warga yang jaraknya kurang dari 1 meter. Bahkan ada yang nempel,” kata dia.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih menyediakan tanah milik pribadi sebagai tempat relokasi. Tanah ini dia berikan gratis bagi warga korban tanah longsor di Desa Kuta Biman.

“Saya ada lahan pribadi dan bisa untuk relokasi,” kata Teti. (*)