Era Digital, Guru Wajib Belajar

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji saat membuka seminar di bertema Cerdas di Era Digital, Selasa (18/10/2022). Dalam era digital ini, guru wajib untuk belajar agar memperkuat kemampuan adaptasi dan membekali murid. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Di era digital, guru wajib untuk belajar kembali tentang berbagai hal. Termasuk belajar tentang penguasaan tekhnologi informasi yang justru menjadi santapan anak milenial.

Hal ini terungkap saat Seminar Motivation Training bertajuk Cerdas di Era Digital, Selasa (18/10/2022) di Pendopo Ciguling Kecamatan Majenang, Cilacap.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji saat membuka seminar ini mengatakan, era digital dengan maraknya medsos menuntut banyak hal bagi para guru. Termasuk untuk membangun pola pikir kritis bagi anak didik. Juga adanya kemampuan kreatif, kerja sama dan komunikasi yang handal.

“Semua ini terbangun oleh literasi. Maka guru harus baca buku,” kata dia.

Ini juga berlaku dalam dunia industri atau bisnis yang kerap mengedepankan kualitas dan gagasan luar biasa. Dan gagasan ini hanya akan sampai ke pihak lain jika ada narasi yang tepat. Serta adanya interaksi yang baik dengan orang lain.

“Narasi ini terbentuk dengan membaca,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono mengatakan, guru di Cilacap wajib untuk terus belajar. Bahkan dia menekankan tidak ada waktu bagi guru Cilacap tanpa baca buku.

“Tujuannya agar guru bisa terus beradaptasi dengan perkembangan jaman dan menghasilkan out put dan out come yang berkualitas,” katanya.

Seminar ini menghadirkan DR Aqua Dwipayana. Konsultan komunikasi dan motivator ini membeberkan berbagai hal terkait tantangan dan langkah yang harus diambil guru di era digital. Salah satunya adalah kekuatan karakter yang harus terbentuk dalam pendidikan di era sekarang.

“Karakter ini akan membangun daya saing yang sangat penting di era digital,” katanya.

Dan tantangan bagi guru serta siswa di era digital juga sama-sama besar karena derasnya informasi. Karena itulah, karakter yang kuat dengan bekal agama menjadi benteng utama.

“Karena orang tua tidak mungkin mengawasi anaknya selama 24 jam penuh. Maka agama menjadi benteng penting,” tegasnya. (*)