JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggencarkan literasi digital lewat Webinar Nasional Seri 1 menuju Hari Aksara Internasional (HAI) 2025. PNFI bersama Ditjen Pendidikan Vokasi dan PKPLK menggelar webinar ini secara daring lewat kanal YouTube PNFI pada Rabu (13/8). Webinar ini menjadi bagian awal dari rangkaian peringatan HAI 2025 dengan tema nasional “Kesalehan Literasi Digital, Membangun Peradaban”.
Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK, hadir sebagai pembicara utama dan membuka acara secara langsung. Ia menggencarkan literasi digital melalui pemaparan kebijakan penguatan pendidikan nonformal dan informal. Ia menekankan pentingnya strategi ini untuk meningkatkan daya saing bangsa di tengah disrupsi teknologi dan perubahan global.
Dirjen Tatang menyampaikan bahwa 86% perusahaan dunia telah menjalankan digitalisasi. Ia mengajak Indonesia untuk menggencarkan literasi digital demi memperkuat kepemimpinan nasional serta membangun komunikasi lintas budaya. Hal ini juga menjadi langkah penting menghadapi perubahan iklim dan tantangan ekonomi dunia.
Ia juga menguraikan empat tantangan besar. Pemerintah harus menggencarkan literasi digital melalui pengembangan kecakapan AI, integrasi IPTEK dalam pendidikan, penanggulangan hoaks dan perundungan daring, serta penanaman nilai-nilai keadaban digital berbasis budaya bangsa.
Perkuat Pembelajaran Bermakna dan Kolaboratif
Ia dan tim Kemendikdasmen terus menggencarkan literasi digital lewat program keaksaraan dasar, lanjutan, hingga mandiri. Upaya ini turut mendongkrak rata-rata lama sekolah dan indeks pembangunan manusia.
Pada sesi selanjutnya, Yusri Saad dari Pusat Kurikulum dan Elih Sudiapermana dari Universitas Pendidikan Indonesia tampil membagikan gagasan. Keduanya mendorong peserta untuk menggencarkan literasi digital lewat pembelajaran bermakna, menggembirakan, dan membangkitkan kesadaran belajar yang relevan di era digital.
Peringatan Hari Aksara Internasional setiap 8 September mengingatkan pentingnya perjuangan melawan buta huruf. Pemerintah terus menggencarkan literasi digital agar masyarakat tidak hanya mahir membaca dan menulis, tetapi juga mampu bersaing secara digital dengan karakter yang kuat.
Direktorat PNFI kini memperkuat kerja sama dengan akademisi dan praktisi pendidikan. Mereka bersama-sama menggencarkan literasi digital untuk mencetak generasi Indonesia yang melek teknologi, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Rangkaian webinar ini akan terus berlangsung hingga puncak HAI 2025 pada 8 September mendatang. (*)






