Hujan Deras Akibatkan Banjir di Cilacap, 21 Rumah Tergenang

Salah satu rumah warga Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja, Cilacap tergenang banjir. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cikawung. (doc/bpbd cilacap)

CILACAP – Hujan deras sepanjang selama Sabtu (8/11/2025) dan Minggu (9/11/2025), mengakibatkan puluhan 21 rumah warga di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja tergenang banjir. Para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang aman dari genangan.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cikawung yang berada di sebelah perkampungan warga. Air mulai naik sejak Minggu malam hingga Senin (10/11/2025) pagi. Ketinggian air bahkan sempat menyentuh 1 meter lebih dan memaksa warga mengungsi.

Selain itu, mereka juga menyelamatkan harta benda ke atas tanggul Sungai Cikawung. Seperti lemari, kasur sampai hewan ternak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo mengatakan, ada 21 rumah warga yang tergenang akibat banjir di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja tersebut.

“Ada 21 rumah dan 78 warga yang terdampak banjir,” ujarnya usai meninjau lokasi banjir di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja, Cilacap.

Dia menyebutkan, petugas gabungan terdiri dari BPBD, Polri, TNI, perangkat desa dan relawan membantu proses evakuasi warga. Ini mereka lakukan karena banjir sudah mengepuung perkampungan warga setempat. Petugas menggunakan perahu karet untuk menghindarkan warga Desa Sidamulya, Cilacap dari daerah genangan banjir.

“Tadi ada proses evakuasi warga. Sebagian besar warga sudah siap menghadapi situasi seperti ini,” katanya lagi.

Dia menambahkan, BPBD Cilacap sudah mendirikan tenda pengungsian di tempat aman. Lokasi ini sangat strategis karena bisa memantau sungai, sekaligus perkampungan warga. Dan di sekitar tenda, warga bisa menyimpan berbagai barang termasuk hewan ternak.

“Sekalian buat jaga malam, sesuai dengan permintaan warga,” katanya.

BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Cilacap juga sudah memberikan bantuan permakanan untuk kebutuhan para pengungsi.

Dia menghimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan. Ini karena Cilacap kerap diguyur hujan deras yang bisa mengakibatkan banjir ataupun longsor.

“Saya yakin warga sudah terbiasa ronda. Tapi sekarang perlu diintensifkan lagi,” tegasnya. (*)