News  

Kapal Nelayan Terbakar Saat Antri BBM

Kapal nelayan Berkah Ilahi 3 terbakar di Dermaga PPSC Cilacap, Kamis (7/12/2023). Kapal ini terbakar karena percikan api dari kompor dapur. (doc)

CILACAP – Sebuah kapal nelayan yang tengah sandar di Dermaga 3 PPSC, mengalami kerusakan hebat usai terbakar, Kamis (7/12/2023) siang. Penyebab kejadian tersebut adanya percikan api dari kompor gas yang merembet ke bagian kapal.

Peristiwa bermula saat Sarno Robidin (61) tengah memasak di dapur kapal dengan nama lambung Berkah Ilahi 03. Kapal dengan berat 5 GT itu tengah berada di Dermaga 3 PPSC Cilacap untuk mengantri pengisian BBM.

Saat tengah sibuk memasak inilah, tiba-tiba Sarno melihat api sudah membakar dapur kapal. Dia sempat berusaha memadamkan api dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun api justru bertambah besar hingga terus merambat ke bagian lain. Kondisi ini membuat Sarno harus menyelamatkan diri dengan terjun ke dermaga.

Kapal yang terbakar ini terlihat oleh sejumlah warga dan nelayan lainnya. Lalu ada 2 orang yang berupaya masuk ke dalam kapal dan membawanya ke tengah dermaga. Tujuannya agar api tidak menyebar dan mengenai kapal lainnya.

Salah satu orang lalu berupaya menurunkan jangkar dengan maksud kapal tetap berada di tengah dermaga dan tidak terbawa ombar ataupun arus. Namun upaya melempar jangkar juga gagal karena api kian membesar. Api ini juga membakar jangkar hingga putus.

Kobaran api yang terus membesar membuat suasana menjadi lebih tegang. Kedua orang ini lalu memutuskan untuk menyelamatkan diri dengan terjun ke tengah dermaga.

Salah satu warga yang melihat kejadian ini lalu menghubungi Pemadam Kebakaran Cilacap. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.30.

Di sana, petugas langsung menyemprotkan foam sebagai langkah memadamkan api di kapal nelayan yang tengah terbakar.

“Kapal compreng ukuran 5 GT Berkah Ilahi kepunyaan orang Kutawaru (Cilacap). Tidak ada korban jiwa,” kata Riadi, salah satu petugas Pemadam Kebakaran Cilacap.

Pemilik mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp 150 juta dengan melihat kondisi kapal yang rusak berat usai terbakar.

“Kerugian 1 buah kapal nelayan,” tegasnya. (*)