Kekeringan di Cilacap Meluas. Rambah 5 Kecamatan

  • Bagikan
Warga Desa Bantar Kecamatan Wanareja, Cilacap memikul air bersih bantuan BPBD, Rabu (2/6/2021). Kekeringan sudah melanda 5 kecamatan sejak Mei lalu dan diperkirakan akan terus meluas. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Memasuki Juni 2021, kekeringan di Kabupaten Cilacap bertambah parah. Pertengahan Mei lalu, kekeringan baru terjadi di 3 kecamatan yakni Kawunganten, Gandrungmangu dan Patimuan. Sekarang sudah terjadi di 5 kecamatan. Dua kecamatan terakhir yang dilanda kesulitan air bersih adalah Bantarsari dan Wanareja.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, kekeringan ini sudah membuat 3.451 keluarga atau 12.108 warga harus bergantung pada bantuan air bersih.

“Kekeringan terjadi di 11 desa di 5 kecamatan,” katanya, Rabu (2/6/2021).

Dia menjelaskan, sampai awal Juni ini BPBD Cilacap sudah mengirimkan 19 tanki air bersih untuk dibagikan kepada warga di 5 kecamatan itu. Tiap tanki berisi 5 ribu liter air bersih.

Dia merinci, warga 4 desa di Kecamatan Gandrungmangu dan Patimuan sudah dirambah bantuan ini. Sementara di Kecamatan Bantarsari, Kawunganten dan Wanareja, masing-masing 1 desa.

“Bantuan kita kirim sesuai jadwal dan ini berdasarkan permintaan dari desa,” kata dia.

Kepala Desa Bantar Kecamatan Wanareja, Zakaria Anshori mengatakan kalau kekeringan di wilayahnya terjadi karena pompa air rusak sejak bulan lalu. Akibatnya warga harus meminta bantuan ke BPBD Kabupaten Cilacap.

“Mesin pompa sudah rusak satu setengah bulan lalu,” kata dia, Rabu (2/6/2021).

Kades Bantar Kecamatan Wanareja, Zakaria Anshori meminta agar ada perbaikan pompa hingga warga terbebas dari kiris air bersih. (haryadi nuryadin/bercahayanew.com)

Dia berharap adanya bantuan mesim pompa air baru agar sarana yang dibangun atas bantuan pemerintah ini bisa berfungsi kembali. Selama mesin ini masih rusak, maka dipastikan warga akan tetap mengalami krisis air bersih.

“Selama mesin belum diperbaiki, maka bantuan air bersih masih dibutuhkan,” tegasnya.

Instalasi air bersih berupa pompa tersebut sudah terpasang di sana sejak 2017 lalu. Sarana ini mampu membebaskan warga dari bencana kekeringan dan krisis air bersih tiap musim kemarau. Baru tahun ini, kesulitan air bersih kembali terjadi setelah pompa rusak dan tidak berfungsi sama sekali. (*)

  • Bagikan