YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan anggaran dan menyerap aspirasi masyarakat terkait Program Prioritas Pendidikan.
Komisi X DPR RI menegaskan, pengawasan ini penting untuk memastikan keberhasilan Program Pendidikan. Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayati, menyatakan bahwa kunjungan ini membantu merumuskan kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat daerah.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan dan anggaran yang disusun di tingkat pusat betul-betul berdampak langsung dan merata hingga ke daerah. Terutama dalam menjamin kualitas dan akses pendidikan yang setara,” ungkap Esti.
Esti menambahkan bahwa pihaknya ingin menjamin setiap kebijakan dan anggaran pusat berdampak langsung hingga daerah. Ia menilai Program Pendidikan harus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan secara merata.
Selama kunjungan yang berlangsung hingga 29 Juli 2025, tim melakukan dialog dengan pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini memperkuat koordinasi antar lembaga dalam menjalankan Program Prioritas Pendidikan.
Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI bertemu dengan BPS, Dinas Pendidikan, LLDikti Wilayah V, serta BPMP. Mereka juga mendengarkan masukan dari organisasi profesi guru, kepala sekolah, dan komite sekolah untuk mendalami pelaksanaan Program Pendidikan.
Tim kunjungan juga meninjau langsung kondisi Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Bantul. Peninjauan ini memberi gambaran nyata tentang implementasi Program Prioritas Pendidikan di sekolah inklusif.
Hasil kunjungan kerja ini akan menjadi bahan pertimbangan DPR dalam penyusunan anggaran pendidikan 2026. Selain itu, masukan ini akan mendukung pembahasan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional agar sejalan dengan arah Program Pendidikan. (*)






