MANADO – Komisi X DPR RI Penerima KIP menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (5/10/2025). Selain itu, kunjungan ini bertujuan memastikan bantuan pendidikan tinggi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tersalurkan tepat sasaran bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Chatarina Muliana, menegaskan kementeriannya memperketat pengawasan terhadap penyaluran KIP Kuliah di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, ia memastikan setiap penerima bantuan sudah melalui proses verifikasi yang transparan dan akuntabel.
“Kami ingin memastikan KIP Kuliah benar-benar diterima mahasiswa yang memenuhi syarat. Program ini harus tepat sasaran,” ujar Chatarina saat mendampingi rombongan Komisi X DPR RI.
Kemudian, Chatarina menambahkan, Kemdiktisaintek terus berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Dengan koordinasi ini, program dapat berjalan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
“Selain itu, kami mendorong kampus aktif memantau dan melaporkan pelaksanaan program secara berkala,” katanya.
Menegaskan DPR terus mengawasi pelaksanaan program
Pada tahun 2025, sebanyak 13.119 mahasiswa di Sulawesi Utara menerima manfaat KIP Kuliah. Bahkan, bantuan ini mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup bagi mahasiswa kurang mampu.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menegaskan DPR terus mengawasi pelaksanaan program di lapangan. “Kami mendatangi langsung rumah penerima KIP Kuliah. Tujuannya memastikan penyaluran sesuai prosedur dan memberi semangat kepada mereka,” ujarnya.
Selain itu, My Esti meminta orang tua mendukung anak-anak penerima KIP Kuliah agar mereka tetap berprestasi. “Kami ingin memastikan tidak ada potongan dana dari pihak mana pun,” tegasnya.
Salah satu penerima KIP Kuliah asal Manado, Cinta Given Joy Watulingas, mengaku program ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. “KIP Kuliah bukan sekadar beasiswa. Program ini kesempatan bagi saya untuk mewujudkan cita-cita menjadi akuntan dan berkontribusi bagi negara,” katanya.
Dengan demikian, Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI berkomitmen memperkuat seleksi dan pengawasan, agar penerima KIP Kuliah tepat sasaran dan partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, meningkat. (*)






