CILACAP — 17 keluarga korban longsor di Cilacap segera tempati huntara setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap menyelesaikan pengundian nomor, Kamis (15/1/2026). Pengundian tersebut secara terbuka untuk memastikan seluruh korban longsor memperoleh kesempatan yang sama dalam menentukan unit tempat huntara.
Kepala BPBD Cilacap, Taryo, menjelaskan 17 keluarga tersebut merupakan korban longsor yang rumahnya tertimbun material longsor pada 13 November 2025. Mereka merupakan kelompok prioritas untuk segera menempati huntara. Dan BPBD menyerahkan proses pemilihan unit huntara sepenuhnya kepada warga melalui mekanisme pengundian nomor.
“Pengundian kami lakukan secara terbuka. BPBD tidak menentukan unit rumah, tetapi warga sendiri yang mengambil nomor undian sehingga semuanya adil,” kata Taryo.
Taryo menambahkan, seluruh korban longsor sudah siap tempati huntara usai mengetahui nomor masing-masing. BPBD juga mengajak para korban melihat dan memeriksa kondisi huntara secara langsung.
BPBD Cilacap, katanya terus mempercepat pembangunan huntara bagi korban longsor. Dari rencana 56 unit sesuai pengajuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 17 unit sudah siap ditempati.
Pihaknya menargetkan korban longsor segera tempati huntara agar mereka memiliki hunian yang aman menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Setiap unit huntara ada dua kamar tidur, dapur, kamar mandi dan ruang keluarga.
“Untuk 17 unit ini sudah siap. Kami percepat agar warga bisa segera menempati hunian yang aman, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Selain bangunan, BPBD juga menyiapkan perlengkapan dasar di setiap huntara. Mulai dari tempat tidur dan peralatan dapur dan lainnya. Sementara kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik juga sudah terpasang.
Taryo mengatakan, pemerintah menargetkan pengisian huntara secara serentak pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Dan rencananya akan kita laksanakan secara serentak pada, kalau tidak berubah ya, tanggal 23 Januari besok ya,” tegasnya.
Sukina, salah satu korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, mengaku tenang setelah ada kepastian jadwal untuk tempati huntara.
“Sekarang lebih tenang karena dapat rumah,” katanya. (*)






