La Nina Ancam Hujan Esktrim

  • Bagikan
Tanggul Sungai Citanduy kritis dan mengancam banjir di Desa Purwasari Kecamatan Wanareja, Cilacap. Ancaman banjir longsor di Cilacap kian tinggi dengan adanya La Nina yang bisa menciptakan hujan ekstrim. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Hujan ekstrim dengan intensitas antara 200 sampai 500 mililiter ancam wilayah Kabupaten Cilacap. Ini muncul karena akibat dari fenomena La Nina.

BMKG sudah menyebarkan ancaman ini melalui situs dan diteruskan secara resmi ke lembaga atau badan terkait. Termasuk BPBD Kabupaten Cilacap.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonadri mengatakan, La Nina ini akan menimbulkan ancaman hujan deras, angin puting beliung ataupun angin kencang. Demikian juga dengan ancaman banjir dan longsor di Kabupaten Cilacap.

“Intensitas hujan antara 200 sampai 500 mililiter,” ujarnya, Rabu (3/11/2021).

Dia mengatakan, ancaman ini sudah mulai memperlihatkan potensi bencana. Seperti banjir akhir Oktober 2021 di Desa Limbangan Kecamatan Wanareja. Banjir ini menyapu Pasar Karanggendot, milik pemerintah desa tersebut.

Terbaru, adanya ancaman banjir bandang akibat aliran Sungai Ciherang tertutup tanah longsor.

“Potensi perhatian di Ciherang karena berpotensi menimbulkan dampak lebih besar. Ini sedang dikebut untuk segera laksanakan. BBWS (citanduy) sudah kesana. BPBD dan (Dinas) PUPR akan segera kesana. Jika bendung jebol ancam rumah warga Desa Limbangan,” terangnya.

Selain itu, juga ada ancaman banjir di Desa Purwasari Kecamatan Wanareja karena tanggul Sungai Citanduy sudah kritis. BPBD bersama pihak terkait sudah ke lokasi dan melakukan mitigasi.

“Kita kemarin sudah ke sana,” tegasnya. (*)

  • Bagikan