News  

MDMC Gelar Diklatsar Water Rescue

Ketua PDM Cilacap, Kuswan Hasan saat membuka Diklatsar MDMC, Kamis (27/1/2022). Pelatihan bagi relawan ini untuk fokus pada kemampuan water rescue. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Muhammadiyah Dissaster Management Centre atau MDMC Cilacap gelar Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) water rescue. Pelatihan relawan MDMC ini selama 4 hari mulai Kamis (27/1/2022) sampai dengan Minggu (30/1/2022).

Diklatsar water rescue ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para relawan MDCM tentang penyelamatan kecelakaan di perairan bebas. Para peserta akan mendapatkan materi berupa teori dan praktek. Khusus untuk praktek, peserta akan terjun langsung di Rawa Bojongrongga Kecamatan Kedungreja, Cilacap.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kuswan Hasan mengatakan, selama ini relawan muhammadiyah selalu terdepan jika terjadi bencana. Namun demikian, mereka tidak pernah meminta apapun dari kegiatan sosial. Termasuk tidak menghiraukan jika tidak ada pemberitaan di media massa atau media sosial.

“Relawan hanya mengharapkan ridlo illahi,” ujarnya saat membuka membuka Diklatsar bagi relawan yang di gelar MDMC Cilacap di SMP Muhammadiyah Kedungreja, Cilacap, Kamis (27/1/2022).

Dia menambahkan, Muhammadiyah sejak 1912 sudah memulai gerakan dengan semangat amal ma’ruf nahi munkar. Dalam semangat ini, kemudian membentuk jati diri relawan muhammadiyah untuk bisa membantu sesama yang dalam kondisi kesulitan.

Dia lalu berpesan agar para relawan MDMC tidak larut jika ada sanjungan. Justru mereka harus waspada. Sementara saat ada cacian menjadi lebih kuat karena berbenah.

“Jika ada cacian harus menjadi bahan pembelajaran untuk kemajuan,” kata dia.

Kepala UPT BPBD Sidareja, Agus Sudaryanto meminta agar panitia dan peserta tetap menerapkan prokes dengan ketat. Karena saat pelatihan ini masih dalam suasana pandemi. Termasuk adanya ancaman varian baru yakni Omicron yang sudah mulai merambah Cilacap.

“Omicron ini penyebarannya sangat cepat,” ujar Agus.

Karena itu, dia meminta agar peserta bisa mengikuti seluruh arahan para instruksi. Mulai dari teori sampai dengan praktek. Khusus praktek Agus berpesan agar siswa benar-benar dalam kondisi fit karena harus berada di air.

“Kalau sakit, segera lapor ke panitia. Karena pas praktek butuh kondisi fit. Jangan sampai nanti pas praktek di air, anda tidak siap,” tegasnya. (*)