Sport  

Mengenang Gol Terbaik Piala Asia 1996 Milik Widodo Cahyono Putra

Widodo Cahyono Putra (kanan) dalam sebuah kesempatan. Pemilik Gol Terbaik Piala Asia tahun 1996 ini kerap berbagi pengalaman dengan pemain muda. (doc)

CILACAP – Piala Asia selalu menghadirkan banyak cerita dan gol terbaik. Gelaran 4 tahunan ini pernah melahirkan gol terbaik dari kaki pemain Timnas Indonesia. Yakni Widodo Cahyono Putra.

Penggemar Timnas Indonesia tidak akan pernah lupa dengan sosok Widodo Cahyono Putra. Ini berkat raihan Gol Terbaik Piala Asia 1996. Tepat saat debut Indonesia di ajang Piala Asia.

Pemain kelahiran Cilacap tahun 1970 itu pernah membagikan cerita saat bertemu bercahayanews.com. Tepatnya saat Widodo tengah mudik ke kampung halamannya di Cilacap. Dia sempat melihat kompetisi anak usia dini.

Di momen inilah, Widodo menceritakan detail tentang lahirnya Gol Terbaik Piala Asia 1996 tersebut. Gol ini sampai sekarang masih menjadi perbincangan tiap kali perhelatan Piala Asia.

Gol terbaik Piala Asia ini lahir setelah Roni Wabia, sang tandem di lini serang, berhasil merebut bola dari kaki lawan. Roni lalu melakukan sprint dan membawa bola ke sisi kanan pertahanan Kuwait. Di saat itulah, Widodo berlari ke kotak penalty. Tepat di saat bersamaan, Roni mengumpan ke dalam kotak pinalti.

Sayang bola ini agak ke luar, alias di belakang Widodo Cahyono Putra. Namun dia tidak habis akal dan berbalik arah. Dia pun terbang dan menendang bola membelakangi gawan. Bola tendangan kaki kanannya meluncur deras ke arah pojok gawang kiri gawang.

Usai menendang bola secara otomatis tubuh Widodo jatuh ke tanah. Namun dia sempat melirik ke arah gawang dan memastikan bola masuk.

“Sempat melirik ke gawang,” katanya dalam perbincangan tersebut.

Widodo mengatakan, gol ini lahir berkat latihan keras di level klub dan Timnas. Latihan ini kemudian membentuk insting striker untuk bisa mencetak gol dari berbagai posisi. Layaknya sebuah pembiasaan hingga seorang striker bisa mengarahkan bola ke titik tertentu. Termasuk saat membelakangi gawang.

“Tentu ini berkat latihan,” katanya. (*)