CILACAP – Cadangan minyak di Indonesia akan habis dalam 10 tahun ke depan. Ini dengan menghitung produksi yang mencapai 650.000 barel per hari. Sementara cadangan yang tersisa tinggal 3 miliar barel.
Jumlah cadangan minyak bumi di Indonesia tiap tahun mengalami penurunan drastis. Pada era 70-an hingga 80-an, Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor minyak. Namun karena eksplorasi terus menerus, cadangan ini sekarang sudah sangat tipis.
Pada 2017 produksi minyak Indonesia sebesar 800 ribu barrel per hari. Sementara sekarang tinggal 659 ribu barel per hari. Angka ini turun terus karena faktor alami dan juga karena terpengaruh faktor lainnya. Hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk tidak lagi bergabung dalam negara pengekspor minyak atau OPEC.
Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, mengatakan secara rinci cadangan tersebut. Mulai dari tipe cadangan atau terkait masalah harga minyak dunia.
“Berbicara tentang minyak maka perlu kita bahas juga tentang cadangan minyak yang ada di bawah permukaan bumi. Cadangan ini ada 2 kategori. Yakni cadangan yang siap diambil dan dapat dieksplorasi,” katanya.
Namun untuk cadangan yang tersisa tinggal 3 miliar barel. Jika produksi minyak dalam negeri mencapai 650.000 barel, maka cadangan ini akan habis dalam 10 tahun.
“Itu hanya cukup untuk bertahan selama 10 tahun, dengan tingkat produksi 650.000 barel per hari seperti saat ini,” kata dia.
Dia lalu mebeber beberapa mitos yang salah terkait minyak bumi. Seperti harga yang harus murah. Meski pada kenyataannya, harga minyak sangat terpengaruh oleh banyak faktor.
“Saat ini yang sangat berpengaruh adalah perang antara Rusia dengan Ukraina. Perang itu menyebabkan kelangkaan pasokan minyak dunia. Sebagai akibatnya, harga minyak pun naik,” tegasnya. (*)






