CILACAP – Sejumlah nakes honorer di Kabupaten Cilacap, tengah merasa galau setelah beredar kabar kalau kuota P3K. Kuota P3K nakes di Kabupaten Cilacap hanya 202. Sementara jumlah honorer nakes mencapai 600-an lebih.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Didi Yudi Cahyadi mengakui kalau nakes berstatus honorer tengah ketar-ketir dan galau akibat kuota P3K.
“Mereka khawatir tidak bisa masuk P3K semua. Karena kabar yang beredar kuota hanya 202,” kata dia.
Dia menambahkan, kekhawatiran para nakes honorer ini cukup beralasan. Karena sesuai dengan regulasi, semua pegawai pemerintah berstatus ASN atau P3K. Alias tidak ada lagi status honorer dan sejenisnya.
“Karena mulai tahun 2023 kan tidak ada lagi honorer. Semua (pegawai pemerintah) harus ASN dan P3K,” kata dia.
Namun dia meminta agar seluruh nakes honorer ini tetap bekerja dan tidak terbebani masalah tersebut. Karena seluruh nakes honorer di Kabupaten Cilacap sudah masuk dalam sistim aplikasi di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
“Info dari Dinas Kesehatan semua sudah masuk aplikasi milik BKN,” katanya.
Dia berharap agar nantinya semua nakes honorer bisa masuk P3K.
“Komisi (D) terus mendorong agar mereka ini bisa masuk sebagai P3K. Biar kita bisa menyesuaikan aturan mulai tahun depan. Dan sesuai target kalau tahun depan tidak ada lagi honorer,” tegasnya. (*)






