Nelayan Cilacap Minta Divaksin

  • Bagikan
Kapal nelayan Cilacap berangkat melaut. HNSI mencatat baru 30 persen nelayan di sana yang sudah divaksin. (doc)

CILACAP – Para nelayan di Kabupaten Cilacap yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) terus mendambakan dapat kuota vaksinasi dari pemerintah. Karena dari seluruh nelayan Cilacap, baru sekitar 20 atau 30 persen yang sudah divaksin. Sisanya masih harus menunggu kuota atau dijadwalkan secara terpisah.

Ketua HNSI Kabupaten Cilacap, Sarjono mengatakan, prosentase ini dirasa masih sangat kurang. Dan para nelayan harus bergantung pada pihak lain untuk bisa dilibatkan dan mendapatkan vaksin.

“Karena nelayan harus daftar dulu baru divaksin. Vaksinasi tidak dapat kita gelar, tapi ikut instansi,” kata Sarjono.

Menurutnya, vaksinasi sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat. Tidak terkecuali para nelayan. Hal ini untuk mendukung percepatan penangganan Covid19. Jika vaksinasi tidak didukung, maka pandemi akan sulit berakhir.

Dia lalu menggambarkan kalau masa pandemi ini sebagai tahun-tahun berkabung. Karena hampir seluruh sendi kehidupan dalam nuansa kegelapan. Termasuk dengan adanya setumpuk kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Pandemi juga memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

“Tahun ini nuansanya hitam gelap karena tengah berkabung dengan pandemi Covid19.
Kenapa belum selesai? Karena mungkin belum pada mau vaksin,” terangnya.

Karena itu dia berharap agar para nelayan bisa dilibatkan dan tetap mau divaksin. Tujuannya agar pandemi ini segera berakhir.

“Harapan kami setelah melaut para nelayan bisa ikut vaksin biar pandemi secepatnya hilang. Jika indonesia sudah lebih dari 60 persen maka Indonesia lepas pandemi,” katanya lagi.

Karena itulah, dirinya mendorong agar nelayan bisa ikut vaksinasi sesuai dengan anjuran pemerintah. Vaksinasi ini diyakini mendorong perubahan bagi masyarakat seluruh Indonesia. Termasuk para nelayan di Kabupaten Cilacap.

“Jelas kami mendorong agar nelayan pada ikut vaksin. Ikut anjuran pemerintah.Pemerintah tidak mungkin menjerumuskan warganya. Saya yakin itu,” tegasnya. (*)

  • Bagikan