“Ngobeng”, Tradisi Menangkap Ikan yang Jadi Festival

Puluhan warga Desa Sadahayu Kecamatan Majenang, Cilacap terjun ke kolam untuk ngobeng, Minggu (25/6/2023). Ngobeng atau cara menangkap ikan dengan tangan kosong menjadi tradisi yang coba diangkat menjadi festival. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – “Ngobeng”, cara menangkap ikan dengan tangan kosong oleh masyarakat sunda di Kabupaten Cilacap, sudah menjadi tradisi turun temurun. Hingga mereka punyak skill hebat untuk berburu ikan, baik di sungai maupun kolam.

Menangkap ikan bagi kebanyakan orang tentu harus menggunakan alat bantu. Mulai dari pancing, jala atau jaring, tombak hingga alat perangkap lainnya. Tentu, pengunaan alat ini mempermudah dalam menangkap ikan dan hasilnyapun bisa lebih banyak.

Cara-cara seperti ini sangat jamak dan ada tekhnik tersendiri. Hingga ikan yang didapat tentu saja pilihan, besar dan hasilnya melimpah.

Namun bagi sejumlah kelompok warga, menangkap ikan bisa dengan tangan kosong alias tanpa alat bantu apapun. Tekhnik ini biasanya untuk mendapatkan ikan yang bersembunyi di bawah bebatuan. Atau ikan yang tengah bersembunyi di antara karang, tumpukan kayu yang ada di sungai.

Cara ini tentu saja butuh keahlian tersendiri. Karena bukan perkara mudah untuk bisa menangkap ikan yang bergerak liar di dalam air.

Namun bagi warga Desa Sadahayu Kecamatan Majenang, Cilacap, ngobeng seperti ini sudah menjadi kebiasaan mereka. Terutama saat menangkap ikan di aliran sungai yang mengepung desa itu. Atau saat harus ngobeng dari kolam dangkal atau berukuran kecil.

Dan pada Minggu (25/6/2023) siang, masyarakat desa itu turun ke kolam untuk ngobeng bersama. Kegiatan ini menjadi ajang yang merubah tradisi menjadi sebuah festival.

“Ngobeng ini sudah jadi tradisi dan kita jadikan festival biar bisa menjadi hiburan,” kata Ketua Karang Taruna Desa Sadahayu, Ansori Pramono.

Dia mengatakan, karang taruna sengaja memilih atraksi ngobeng untuk menghibur warga. Apalagi sekarang tengah musim libur anak sekolah. Dan tentu saja, ngobeng bisa menjadi alternatif hiburan rakyat sekaligus membawa dampak positif. Karena peserta bisa membawa pulang ikan yang mereka tangkap.

“Ini jadi hiburan saat libur sekolah,” katanya. (*)