JAKARTA – Nilai tukar rupiah menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (3/10/2025), rupiah naik 0,21 persen atau 35 poin ke posisi Rp16.563 per dolar AS.
Sejak awal perdagangan, nilai tukar rupiah sempat melemah 0,12 persen ke level Rp16.617 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Namun, pergerakan harian berbalik arah hingga akhirnya rupiah menguat saat penutupan perdagangan.
Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,08 persen ke posisi 97,76. Pelemahan dolar memberi ruang bagi sejumlah mata uang Asia untuk menguat, termasuk rupiah.
Beberapa mata uang regional turut mencatat penguatan, seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura yang naik 0,02 persen, dolar Taiwan menguat 0,12 persen, peso Filipina naik 0,4 persen, yuan China naik 0,01 persen, dan baht Thailand menguat 0,21 persen.
Namun, tidak semua mata uang Asia bergerak positif. Yen Jepang terkoreksi 0,07 persen, won Korea Selatan turun 0,02 persen, rupee India melemah 0,06 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,1 persen.
Penguatan nilai tukar rupiah ini menunjukkan stabilitas pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Analis menilai pergerakan positif rupiah terpengaruh oleh aliran modal asing ke pasar obligasi. Serta meningkatnya optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal terakhir 2025.
Bank Indonesia juga terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan siap melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valas maupun pengelolaan likuiditas untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. (*)






