PBNU Fokus Bangun Herd Immunity Pesantren

  • Bagikan
Santri El Bayan Cilacap diperiksa petugas medis, Kamis (26/8/2021) dalam program yang digelar PBNU untuk membentuk herd immunity pondok pesantren. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pondok pesantren yang sempat mencuat karena munculnya kluster dan menjadi tempat penyebaran Covid19, menjadi perhatian banyak pihak. Tidak terkecuali Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) yang mengarahkan fokus ke sana.

Setelah lama tidak ada kabar kluster pondok pesantren, PBNU masih menaruh perhatian dengan fokus membangun herd immunity melalui program Kita Jaga Kyai. Tujuanya untuk melindungi seluruh elemen pesantren dari santri hingga para pengurus.

Ketua Satgas Covid19 PBNU, dr Mohammad Makky Zamzami mengatakan, langkah membangun herd immunity di pondok dilakukan dengan vaksinasi. Fokusnya adalah para santri dan pengurus pondok karena mereka sejak ramadan 2020 sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

“Fokus ke santri karena pondok pesantren jadi satu-satunya institusi yang buka dan tatap muka sejak ramadan 2020,” katanya saat melihat vaksinasi di Pondok Pesantren El Bayan Kecamatan Majenang, Cilacap, Kamis (26/8/2021).

Dia mengatakan, program Kita Jaga Kyai sebagai langkah memberikan perlindungan bagi seluruh elemen pondok. Terutama bagi para pengasuh pondok atau para kyai yang sudah lanjut usia. Demikian juga dengan mereka yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan tertentu.

Dengan demikian, mereka nantinya akan lebih aman dalam menjalankan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka langsung.

“Kyai dan santri di vaksin. Kyai yang sepuh dan pengurus punya komorbid bisa lebih aman dan dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Dia menambahkan, PBNU menargetkan 20 pesantren besar di seluruh Indonesia. Diperkirakan ada lebih dari 30 ribu santri dan pengurus pondok yang akan divaksin menuju langkah herd immunity. Sampai pekan ini, dilaporkan ada 6 pesantren yang sudah menggelar vaksinasi dosis pertama.

Menurutnya, vaksinasi bagi santri dan para kyai pondok dirasa akan lebih cepat digarap. Penyebabnya karena mereka tinggal di satu lokasi yang sama dan tercatat secara jelas oleh pihak pondok.

“Lebih mudah karena santri dan pengurus ada di sini. Juga lebih mudah cepat dan (tanpa) perkumpulan yang menimbulkan kepadatan,” katanya.

Di Pondok El Bayan, PBNU menyiapkan 700 dosis vaksin Sinovac. Namun ternyata minat warga membludak dan ditopang dengan tambahan vaksin Astrazeneca dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Hingga total ada sekitar 1100 santri dan pengurus pondok yang divaksin.

“Ini luar biasa. Warga dan Dinas Kesehatan sangat antusias hingga ada tambahan vaksin Astrazeneca 400 dosis,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren El Bayan, Firdaus Subkhy menambahkan, vaksinasi dosis pertama di gelar secara bertahap. Tahap pertama diperuntukan bagi 410 santri dan pengurus pada Senin (23/8/2021). Tahap kedua lebih banyak yang divaksin dan mencapai 700 orang lebih.

“Kita lakukan bertahap agar tidak ada kerumunan,” katanya. (*)

  • Bagikan